Ultahku (edisi 2)
Saat aku di Jakarta menunggu kondisi ayahku yang sama sekali hampir tidak ada perkembangan malah bahkan banyak mengalami penurunan.. sungguh dari dalam lubuk hati hancur dan entah mau marah sama siapa, mengapa hal ini terjadi pada keluarga kami.
Saya ingat betul sebelum saya pulang cuti (saat ayah sakit tetapi masih di Jogja), beliau berkata “Le.. Papah njaluk ngapuro yoo, amergo kowe dadi rak ono wektu nggo dolan. Papah ngganggu cutimu…”… saat itu aku benar-benar merasa posisiku yang bekerja di Kalimantan salah besar, untuk apa aku mendapat banyak uang tetapi aku hanya punya sedikit waktu buat keluarga..??
Kembali ke paragraph sebelumnya, saat di Jakarta aku sama sekali nggak kemana-mana.. aku hanya menungguin papahku di rumah sakit terus menerus, hari-demi-hari tetapi di sisi lain aku sudah hapir 1 bulan mangkir dari kerja.. hal ini yang juga membuat aku berada di dua sisi mata uang yang berbeda :
1. Aku harus menjaga ayahku terus, atau
2. Aku balik ke Balikpapan melanjutkan kerja
Akhirnya aku memilih balik ke Balikpapan, karena nggak enak dengan orang kantor…, setelah di Balikpapan pun aku masih sering kontak ke papah meski papah ingin banget bicara cuman sudah tidak bisa terdengar jelas… aku masih bisa mendengarnya bahkan sampai sekarang.
Setelah di Balikpapan aku kerja tetapi benar-benar tidak bisa konsentrasi, sama sekali aku tidak menyentuh kerjaan.. begitu juga di rig saat pengeboran, sama sekali nggak kepikiran untuk menyentuh kerjaan.
Tibalah di bulan Februari 2006… bulan yang tidak aku sangka-sangka, bulan yang kita pernah bicarakan ke papah bahwa nanti tanggal 11 Februari (atau 10 februari) anggota keluarga kita yang baru Novan akan berulang tahun yang ke-1 (PERTAMA), dia adalah cucu pertama dari papah dan mamah dan kita semua berharap papah bisa melihat Novan saat berulang tahun.
Saat itu aku sedang di rig lepas pantai, 4 jam perjalanan darat dan laut dari Balikpapan atau 15 menit via-chopper. Saat itu tanggal 5 Februari pukul 04.00 WITA (03.00 WIB) dan posisi di rig saat itu aku sedang istirahat (dan rekan kerjaku yang dapat shift malam… drilling 6’’ section), sebelum istirahat memang aku berdoa sambil memohon kesembuhan buat ayahku, pukul 04.30 – 05.00 WITA aku dibangunkan bahwa ada tilpun emergency dari temanku.. saat aku menerimanya… kabar duka itu sampai…
Sungguh aku merasa hancur lebur saat itu, entah mau berbuat apa.. semua kosong pikiranku.. semuanya menjadi flash back jauh ke belakang dimana saat aku masih kecil hingga besar ini kenangan-kenangan bersama ayahku dan tidak kusadari airmata mengalir deras… orang yang telah mendidik dan memberi penghidupan dan arti hidup telah meninggalkan aku dan keluarga.
Mulai saat itu aku benar-benar merubah semua pandangan hidup, bahwa kerja hanya merupakan potongan kecil dari sebuah kue besar yang bernama kehidupan. Kerja hanya merupakan salah satu sisi kecil dari kehidupan kita, mengapa semua orang menjadi workaholic/gila kerja, mengejar gaji/uang yang besar… yang mana sebenaranya potongan terbesar dari kue kehidupan itu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita – how to improve our quality of life. Kata kualitas berbeda dengan kuantitas… orang begaji dan berposisi tinggi belum tentu kualitas hidupnya naik.. begitu pula sebalikanya, kualitas hidup kita akan meningkat apabila kita banyak meluangkan waktu untuk memberi perhatian ke keluarga, saudara, dan teman-teman. Kita masih punya waktu… share with others…
Tulisan ini sekaligus mengakhiri tulisan berjudul ultahku, semoga ini memebri wawasan dan pandangan kita terhadap kehidupan, apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini… salam