Gusti Ora Sare
“Gusti Ora Sare” atau “Gusti mBoten Nate Sare” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Tuhan Tidak Penah Istirahat”
Kalimat diatas saya gunakan sebagai kalimat awal dalam blog saya ini, bagaimana melihat bahwa Tuhan selalu dalam kadaan terjaga setiap waktu dan selalu siap untuk mendengar segala keluh kesah manusia serta kebahagiaan manusia. Hidup memang tidak selamanya semulus apa yang kita inginkan, tetapi penuh duri-duri tajam yang kadang membuat semangat kita tiba-tiba meredup seperti api lilin yang tertiup udara secara tiba-tiba..
Disaat tertiup itu kita merasa bahwa pegangan hidup kita hilang, karena pelita dalam kegelapan itu tiba-tiba hilang, disaat itulah kita akan berkeluh kesah, selain kepada rekan, sahabat, dan keluarga tentunya satu hal yang utama kepada Tuhan. Tuhan memang tidak serta merta akan membantu, jalan-Nya ditunjukkan oleh perantaraan orang lain, tetapi terkadang ini kurang kita sadari maupun kurang respon / tanggap terhadap jawaban Tuhan.
Sayapun demikian, saat pelita saya mulai meredup, satuhal yang pasti saya langsung berkeluh kesah dan bercerita panjang lebar kepada Tuhan.. saya menyadari bahwa jikalau dibandingkan pembicaraan Tuhan dengan saya akan lebih banyak bicara tentang keluh kesahnya hidup daripada kebahagiaan, saya menyadari hal itu salah… bukan hanya mendekatkan kepada sang Transenden saja saat kita jatuh tetapi juga saat kita merasa pada posisi puncak atau kulminasi.
Saya sangat percaya setiap saat Tuhan ada dalam diri saya dan akan selalu mendengar setiap keluhan saya, tak perduli bagaimana dan apa jawaban-Nya tetapi keluhan ini tersampaikan dan terjawab seperti halnya kolom surat pembaca di surat kabar. Komplain manusia terhadap kehidupan ini pastilah sangat banyak, dalam sehari manusia entar berapa milyar mengeluh tentang hidup ini, inilah hidup… suka tidak suka harus dihadapi dengan tingkat kesabaran yang cukup tinggi dan membutuhkan orang dengan tingkat sabar yang tinggi pula.
Guti Ora Sare… semoga setiap keluhan ini selalu didengar dan dijawab…