Monday, November 27, 2006

Mulailah Memberi

saya mendapat kiriman email yang sangat bagus untuk disimak kita semua…

 

dash@…

dash@…

“Mulailah Memberi”

 

Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.

Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.

Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada diri anda.

Jangan masukkan ke dalam hati.

 

Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.

Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.

Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.

Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.

 

Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.

Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini.

Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar.

Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini.

Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini.

Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.

 

Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.

Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah.

Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.

Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia.

Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya

semoga memberi pencerahan buat kita semua

Posted by pangea99 at 09:27:39 | Permalink | No Comments »

ASSET

Ini hari
Jakarta diselimuti awan hitam, yah pertanda musim hujan dan ternyata hal itu terbukti, pukul 1630 Jakarta selatan hujan.. huff akhirnya hujan juga membasahi Jakarta yang setiap hari diliputi panas teriknya matahari..

 

Musim kemarau saat ini sungguh sulit diprediksi di kawan Jawa pada khususnya. Penyebabnya banyak hal termasuk pembakaran hutan yang menyebabkannya sehingga siklus hidrologi yang sedianya berlangsung jadi terhambat


 

Hari ini padahal sedianya aku juga mau ambil uang di bank, tetapi karena cuaca yang kurang bersahabat ini (meskipun aku seneng) akhirnya niat itu aku urungkan dulu, kali besok akan ambil (padahal kantong kering hehehehe…)

 

Hari ini ada kata-kata yang aku suka, aku dapatin dari seorang president Unocal Indonesia bernama Brian WG Marcotte, berikut kutipan kalimatnya :

 we should never lose sight of the importance of highly skilled and motivated people

( Brian WG Marcotte - President Unocal Indonesia

 

kata-kata oleh Marcotte ini sungguh mencerminkan pribadi seorang pemimpin, penyadaran bahwa pekerja merupakan ASSET penting dalam perusahaan harus mendapatkan prioritas dan jangan sampai ter-sia-siakan, sama halnya dengan dalam sebuah keluarga… kesadaran orangtua bahwa anak merupakan ASSET tanpa berpandangan bahwa anak di-deskreditkan sebagai pegawai looh, sehingga pendidikan dan peran serta orangtua sangatlah diperlukan untuk perkembangan anak

 

Apakah ini berarti kita harus meng-kursuskan anak sebanyak mungkin, men-drill kemampuan anak? Atau membuat anak sangat sibuk dengan banyak kursus dan ekstrakulikuler ? tentu bukan itu, tetapi dengan melihat secara utuh, perkembangan anak dari waktu-ke-waktu perlu untuk selalu di-stir oleh orangtua, karena bagaimanapun pahir ketia, asam garamnya dunia ini telah dilalui lebih dulu oleh orangtua tetapi tentu bukan berarti orangtua lebih pintar dari anak.

 

Mana yang baik dan mana yang buruk, memberitahu dan men-dedikasikan pengalaman hidup orangtua  kepada anak adalah inti pembelajaran yang penting. Bukan juga berarti ortu harus tunduk terhadap kemauan anak, orangtua memiliki andil sangat besar kepada perkembangan anak nantinya saat si anak harus ‘mentas’ ke dunia nya sendiri.

 Orangtua sama seperti seorang CEO/President, setiap pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh kepada jalannya roda rumah tangga/perusahaan.

Posted by pangea99 at 09:09:15 | Permalink | No Comments »

Wednesday, November 22, 2006

Hadiah Sang Ayah

Hadiah Sang Ayah

Seorang pemuda sebentar lagi akan di-wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi
seorang sarjana, akhir dari jerih payah-nya selama beberapa tahun di bangku
pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh
cinta kepada sebuah mobilsport, Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan,
nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya.

Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya,
sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun
berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya.
Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya. Saatnya pun tiba,
siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.

Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia
mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya
itu.

Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci!

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat
kecewa dia membukanya. dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab
yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta
emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak,
“Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah
belikan alkitab ini untukku?”

Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak
bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu
pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan
bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang.

Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan
anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri.
Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi
dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan
dia betapa kasihnya pada anak itu.

Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat
apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat
mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan
bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan
semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa
wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta
peninggalannya.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih,
mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal
telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang
menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia
membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan
kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu
memungut Alkitab itu dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Alkitab
itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, “Dan kamu yang jahat tahu memberikan
yang baik kepada anakmu, bagaimana Bapa-mu yang di sorga akan memberikan apa
yang kamu minta kepada-Nya?”

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu.
Dia memungutnya, ….

sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama
dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir
Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya,
namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat
sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang
berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor
karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil
sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu.

Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam
bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di
atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya
tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin
diobati……..

HOW MANY TIMES DO WE MISS GOD’S BLESSINGS BECAUSE WE CAN’T SEE PAST OUR OWN
DESIRES ??

Posted by pangea99 at 06:29:15 | Permalink | No Comments »

Monday, November 20, 2006

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika Aku Sudah Tua

 

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

 

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

 

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

 

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

 

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

 

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.

Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

 

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

 

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

 

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

 

Posted by pangea99 at 03:01:55 | Permalink | No Comments »

Jogja.. memoirs.. kelingan

Kemarin sabtu tanggal 18 Nov saya pulang ke Jogja dan di rumah bersama Novan dan Mamah, sungguh lama tak berjumpa membuat kami semua khususnya telibat pembicaraan (saya dengan mamah) hingga pukul 00.30 BBWI.

 

Banyak hal kami bicarakan dan diskusikan panjang lebar, sungguh kesempatan ini lama tidak pernah kami lakukan semenjak saya jarang pulang dan kadang kalau diskusi hanya by phone gitu, tetapi kali ini kami berbicara dan saling bertukar pikiran hingga selarut itu sedang Novan ketiduran hehehe

 

Sebagai seorang anak, saya juga wajar ketika mencoba curhat dengan Ortu dan begitupula Ortu curhat dengan anak, karena kalau bukan kami-kami in kepada siapa lagi hendak curhat.. orang yang bisa mengerti keadaan dan posisi kita baik senang/duka ya cuman keluarga kita sendiri… bahkan untuk satu ini saya yakin bahwa sahabat dan pacar bukanlah solusi jitu, karena proses tempaan yang berbeda.

 

Sungguh liburan semalem dan 2 hari di Jogja aku tidak jalan-jalan serta bertamasya kemana-mana… ya cuman lebih banyak dirumah, paling keluar rumah cuman sekedar ingin makan bakso dan bakmi Jawa yang sungguh tidak bisa kutemukan di
Jakarta ini. 

 

Suasana Jogja menurutku tetap sama, suasana kota yang ‘welcome’ dengan siapa saja, dan budaya yang demikian masih terbawa seiring perkembangan jaman ini membuat saya semakin betah aja tinggal di Jogja setelah sekian lama tidak pulang ke Jogja.

 

Sisa-sisa gempa Jogja pun masih cukup banyak kutemui di kota ini, meskipun lambat tapi pasti hal itu akan diperbaiki, tetapi keyakinan bahwa hati ini kadang masih pedih akan peristiwa itu.

 

O iya tidak kusangka kemarin jumat saat hendak pulang ke Jogja, aku mencoba mencari keberadaan sisa-sisa dari papahku, dan kutemukan judul disertasinya serta karya disertasi program DOKTOR di Perancis saat itu, berikut ini saya attachken di bawah, jikalau berminat silahkan lihat..

 

 

Jadi keinget sama ayahku.. perasaan kehilangan memang tidak mudah untuk dilupakan aplagi kehilangan sosok orangtua yang bertahun-tahun membimbing kita.. kenapa itu perasaan manusia akan sangat peka sekali apabila kehilangan salah satu anggota keluarga dibandingkan ciptaan Tuhan yang lain, hal ini karena manusia butuh +/- 27 tahun untuk bisa dilepas sendiri (kadang itupun masih butuh bantuan induknya) hal yang berbeda dengan anjing atau kucing atau ayam yang langsung dapat dilepas begitu saja… inilah yang membedakan karena ikatan yang lama ini akan sangat dalam pula kesannya.. 

 

Hal yang utama janganlah melupakan tetapi cobalah untuk selalu mengingat di dalam hati, aku ingat dalam suara di radio saat itu… mungkin memang aku tidak lagi bisa mendengar dan melihat tawa dan senyumnya… tetapi hatiku masih bisa merasakan nya untuk selamanya..

 

 Semua ini memang sangat sulit..

Posted by pangea99 at 02:21:15 | Permalink | No Comments »

Friday, November 17, 2006

Urip Sak Madyo

Wah ini hari Jumat aku akan pulang Jogja setelah lebih dari 2 minggu nggak pulang.. bukannya apa-apa dan bukan berarti aku orang yang nggak bisa jauh dari rumah, tetapi percaya atau tidak rumah asal kita pasti membuat kita ini menjadi lebih bersemangat dalam hidup.. istilah Home Sweet Home memang bukan cuman sekedar rangkaian kata-kata biasa, tetapi memiliki arti dan kesan kuat..

Mana ada orang yang tidak rindu dengan kampung halaman, berkumpul dan menikmati udara seperti yang pernah dirasakan waktu kecil, cikal bakalnya manusia

Hari ini memang aku planning pulang ke Jogja dan tentunya aku senang sekali, banyak hal di rumah yang memberikan spirit sendiri dalam hidup ini, menemukan jati diri kita seutuhnya sebagai manusia bukan sebagai komoditi yang mencari uang dan atau penghasilan terus menerus…

Aku sangat salut beberapa rekan aku yang kuliah di Geologi tetapi tidak terjun di geologi, mereka banyak terjun di luar dunia geologi, bukan ingin mencari gaji gedhe kadang kata mereka kepada saya, tetapi ada hal lain yang mereka cari.. apa itu..? kebanyakan bilang tetep stay di Jogja atau stay di kampung halamannya masing-masing..

Sontak pasti beberapa orang terkejut, kenapa tidak ke dunia geologi yang hingar bingar itu? pertanyaan ini akan sangat sulit dijawab, tetapi terus terang saya sangat mendukung apa yang teman-teman aku pilih dalam menentukan masa depan karir dan pekerjaan mereka…

‘Urip ki Sak Madyo’ atau hidup ini seadanya saja, jikalau sudah merasa cukup sudah jangan seperti orang kehilangan arah atau keblinger.. mencari sesuatu yang sebenarnya secara human value sangat kecil, mungkin secara nominal value akan sangat besar…

Terkadang ingat apa yang alm. papah katakan “… sak madyo wae..” begitupula Mamah saya sering mengucapkan hal ini… apakah menjadikan saya keblinger? Tidak, saya jadi masih belajar eksistensi manusia sebenarnya sampai dimana akan bertahan mencari sesuatu yang tidak ada batasnya… life without boundaries

 

salam,

Posted by pangea99 at 05:29:13 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, November 14, 2006

Foto..

Sore ini sebelum aku tutup semua pekerjaanku untuk hari selasa ini, aku sempatin melihat koleksi foto-foto kami selagi Mamah dan Novan ada di Jakarta kemarin lebaran 2006, rasanya saat-saat itu adalah merupakan masa bahagia dimana sudah lama kami jarang berkumpul bersama lagi..


  

Akhir-akhir ini memang kami banyak sekali disibukkan oleh pekerjaan, pekerjaan yang sebenarnya saya sendiri bukan orang yang ‘gila kerja’ cumin sekali tempo saja… tetapi apabila diminta kapanpun saya siap meninggalkan pekerjaan saya tanpa perlu berpikir panjang… hal ini karena saya yakin apapun, kapanpun dimanapun selagi kita masih mampu, mau dan bias pasti semuanya dapat menghasilkan uang.. hal ini saya tidak membicarakan soal nominal uang yang akan didapat, tetapi lebih suatu proses pencapaiannya… bahwa gaji adalah nilai yang diberikan oleh karena suatu proses pencapaiannya.

  

Hal ini mengingatkan aku saat masih bekerja di Total Indonesie,
Balikpapan… aku merelakan untuk cuti 1 – 1.5 bulan dalam waktu 2 bulan kerja disaat kondisi alm. Papahku sakit keras… uang dan kerja bukanlah nomor satu, kebahagiaan bukan merupakan suatu hasil yang didapatkan.. tetapi proses kita dalam menjawab tantangan hidup

  

Maksut saya, bahagia bukan terjadi jikalau kita memiliki banyak hal (punya uang, mobil, rumah, dan segala hal…), bahagia merupakan rasa syukur karena banyak orang yang kita sayangi masih disamping kita

  

Cobalah suatu waktu anda melihat kumpulan album foto-foto lama rekan-rekan Anda, yakinlah suatu waktu pasti Anda pernah tertawa dan berkomentar hingga terkadang Anda memandangnya terlampau lama… ada rasa kangen yang luar biasa dalam diri Anda kan..?? kangean akan masa-masa itu.. kangen untuk kembali ke masa itu dan mengulang lagi saat itu… semua begitu jelas tergambar tanpa perlu berpikir panjang, serasa otak kita dapat membaca memori bak menggunakan prossesor intel duo-core dan RAM 2 GB

  

Foto merupakan media kecil untuk selalu mengingatkan kita, bahwa kita patut untuk terus bersyukur bahwa masih ada orang yang mau berdiri di samping dan mendukung kita, meski kita merasa terkadang kita jelek, dekil, kurang mampu, pemarah, pendiam, pendek, gemuk, hitam, dsb…

 

  Salam hangat,

Posted by pangea99 at 09:41:43 | Permalink | No Comments »

Hari ini merupakan hari kedua dari minggu ini, hari senin kemarin di kantor isinya meeting dan interview untuk mengisi posisi wellsite geologist (consultant) diamna kita akan melakukan exploration well in the end of december 2006. btw this well location in Tanjung Jabung, South Sumatera.. near Jambi.

Kebetulan orang yang aku interview ini temenku sendiri sewaktu aku masih di Total Indonesie, Balikpapan. O iya tadi malam sewaktu sepulang kerja aku sempat menonton film di Indosiar tentang bajak laut… kapten Jack Sparow hehehe bagus sekali filmnya… cuman sayang harus ada kelanjutannya alias ada tulisan ..bersambung.. kan bikin jengkel aja :(

Ini pagi sempet buka FOREX (foreign exchange) ku eee… lumayan lah ada kenaikan cuman nilai tukar EURO-YEN nggak begitu bagus seperti yang aku ekspektasiken sebelumnya, tetapi mata uang lain seperti yang aku prediksiken jadi yah sedikit untung laah setelah hampir satu minggu babak belur dihajar mata uang yang turun dan naiknya nggak karuan :)

Tadi malam juga baru makan malam pukul 24.00 BBWI habisnya acara TV nya cukup bagus-bagus buat ditonton hehehehe… dari film di Indosiar (kok ngetik salah terus, selalu aja ngetik indonesia..) habis itu nonton trans tv ada film koboi, padahal mau coba cari 4 mata di TV7 yang dipandu oleh sapa gitu aku lupa hehehehe

besok weekend maen ke Jogja hehehehe… melepas lelah dan bersantai ria sebelum mulai drilling lagi… :)

saban ke Jogja rasanya seneng terus nggak tau kenapa..

Posted by pangea99 at 01:32:44 | Permalink | No Comments »

Wednesday, November 8, 2006

Jakarta 08112006

wuuuahhhhh…… nggak tau napa tetapi hari ini aku seneng di kantor, meskipun sepertinya ndak ada yang spesial tapi ya tidak tahu juga tetapi perasaan senang ini sama sekali bukan sesuatu yang aku set parameternya sehingga bisa senang.

padalah hari ini sejak tadi pagi pk 00.00 BBWI sungguh tidak ada yang special… setelah nilpun sampe pk 03.00 BBWI bobok dan pk 06.00 bangun (3 jam tidur)… tetapi ya semangat saja memulai hari ini, padahal cuman 3 jam tidurnya, tetapi ini membuktikan bagaimana kualitas tidur itu menjadi sangat penting dibandingkan berapa lma kita tidur.

Ini hari juga, jan 10.00 BBWI ini aku ke Jakarta Scout Check (JSC) di Hotel Meridien, Jaksel yang nggak ada spesial-spesialnya juga, JSC itu ajang pertemuan semua perusahaan yang bergerak di bidang MIGAS (khusus Oil Company) dan disana saling berkumpul serta mempresentasiken progress kerja selama 1 bulan.

O iya tanggal 6 Nov kemarin, aku ke wisma BNI 46 karena disana sedang ada bazzar buku Gramedia - Elex Media - Grasindo dimana harganya 10 ribu untuk 4 buku coba deh bayangin murah kan…, sesampainya disana… wah wah sungguh bejibun lautan manusianya.. baik yang ngendon di depan gudang tempat buku masuk, bagian kasir, dan diluar yang menggunakan sistem buka-tutup gitu ckckck… mereka semua rebutan buku dan aku nggak sempat rebutan karena waktu ku sebentar lagi abis (musti masuk kantor lagi)..

Satu hal yang kita cermati disini, sebenarnya orang Indonesia itu punya minat baca yang saya bisa bilang SANGAT TINGGI tetapi apa daya harga jual buku yang begitu tinggi membuat banyak kalangan hanya bisa menghela nafas karena mahalnya buku tersebut. Kiranya ini harus menjadi perhatian pemerintah, maka banyak orang lebih memilih untuk melakukan ‘hunting’ di pasar-pasar loak seperti di Senen 9jakarta) atau di Soping (Jogja) dimana harganya lebih murah karena second hand.

Kita tidak bisa meningkatkan intelektualitas seseorang dengan terus menaikkan SPP sedangkan hal paling esensial tidak diperhatikan… harga BUKU PELAJARAN yang terus membumbung…

Posted by pangea99 at 02:14:26 | Permalink | No Comments »

Friday, November 3, 2006

Kapan Terakhir Kamu Berbicara Dengan Orang Tuamu?

Kapan Terakhir Kamu Berbicara Dengan Orang Tuamu?

Suatu hari seorang teman saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal
dengan sebutan panti werdha bersama dengan eman-temannya.

Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam
hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua tiba-tiba
mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang teman mencoba mendekati opa
itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai
akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.Sejak
masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik
untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai.
Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bias tinggal dirumah
yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. Demikian pula
dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri
dengan biaya yang tidak pernah saya batasi.

Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga
dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai
hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani
saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang
sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan
para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani
saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya
hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan
nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar
melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau
dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut
tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh
saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang
saya kasihi di dalamnya.

Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung. Tapi apa yang saya
dapatkan?

Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada dirumah tak
pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang
memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah
tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan
mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan
semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua
peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya
mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang
mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing
mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan
bertanya dimanak ah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat
saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang
sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?
Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya
mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk
tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul
dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang
datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa
kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua
yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit
perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang
demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga
kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya
merindukan anak-anak saya. Sejak itu teman saya selalu menyempatkan diri
untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan
apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk
berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan
menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?

Posted by pangea99 at 02:31:15 | Permalink | No Comments »