Monday, November 20, 2006

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika Aku Sudah Tua

 

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

 

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

 

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

 

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

 

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

 

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.

Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

 

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

 

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

 

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

 

Posted by pangea99 in 03:01:55 | Permalink | No Comments »

Jogja.. memoirs.. kelingan

Kemarin sabtu tanggal 18 Nov saya pulang ke Jogja dan di rumah bersama Novan dan Mamah, sungguh lama tak berjumpa membuat kami semua khususnya telibat pembicaraan (saya dengan mamah) hingga pukul 00.30 BBWI.

 

Banyak hal kami bicarakan dan diskusikan panjang lebar, sungguh kesempatan ini lama tidak pernah kami lakukan semenjak saya jarang pulang dan kadang kalau diskusi hanya by phone gitu, tetapi kali ini kami berbicara dan saling bertukar pikiran hingga selarut itu sedang Novan ketiduran hehehe

 

Sebagai seorang anak, saya juga wajar ketika mencoba curhat dengan Ortu dan begitupula Ortu curhat dengan anak, karena kalau bukan kami-kami in kepada siapa lagi hendak curhat.. orang yang bisa mengerti keadaan dan posisi kita baik senang/duka ya cuman keluarga kita sendiri… bahkan untuk satu ini saya yakin bahwa sahabat dan pacar bukanlah solusi jitu, karena proses tempaan yang berbeda.

 

Sungguh liburan semalem dan 2 hari di Jogja aku tidak jalan-jalan serta bertamasya kemana-mana… ya cuman lebih banyak dirumah, paling keluar rumah cuman sekedar ingin makan bakso dan bakmi Jawa yang sungguh tidak bisa kutemukan di
Jakarta ini. 

 

Suasana Jogja menurutku tetap sama, suasana kota yang ‘welcome’ dengan siapa saja, dan budaya yang demikian masih terbawa seiring perkembangan jaman ini membuat saya semakin betah aja tinggal di Jogja setelah sekian lama tidak pulang ke Jogja.

 

Sisa-sisa gempa Jogja pun masih cukup banyak kutemui di kota ini, meskipun lambat tapi pasti hal itu akan diperbaiki, tetapi keyakinan bahwa hati ini kadang masih pedih akan peristiwa itu.

 

O iya tidak kusangka kemarin jumat saat hendak pulang ke Jogja, aku mencoba mencari keberadaan sisa-sisa dari papahku, dan kutemukan judul disertasinya serta karya disertasi program DOKTOR di Perancis saat itu, berikut ini saya attachken di bawah, jikalau berminat silahkan lihat..

 

 

Jadi keinget sama ayahku.. perasaan kehilangan memang tidak mudah untuk dilupakan aplagi kehilangan sosok orangtua yang bertahun-tahun membimbing kita.. kenapa itu perasaan manusia akan sangat peka sekali apabila kehilangan salah satu anggota keluarga dibandingkan ciptaan Tuhan yang lain, hal ini karena manusia butuh +/- 27 tahun untuk bisa dilepas sendiri (kadang itupun masih butuh bantuan induknya) hal yang berbeda dengan anjing atau kucing atau ayam yang langsung dapat dilepas begitu saja… inilah yang membedakan karena ikatan yang lama ini akan sangat dalam pula kesannya.. 

 

Hal yang utama janganlah melupakan tetapi cobalah untuk selalu mengingat di dalam hati, aku ingat dalam suara di radio saat itu… mungkin memang aku tidak lagi bisa mendengar dan melihat tawa dan senyumnya… tetapi hatiku masih bisa merasakan nya untuk selamanya..

 

 Semua ini memang sangat sulit..

Posted by pangea99 in 02:21:15 | Permalink | No Comments »