Weekend tidak selalu asyik..
Weekend di jakarta tuh tidak terlalu asyik,
itu kiranya topik kali ini yang ingin aku coba angkat, hal tersebut dimungkinkan karena aku ni di Jakarta merupakan perantauan dari Jogja. Yah.. gimana lagi yang namanya sawahnya di Jakarta alias cari duit nya di Jakarta.
Setiap kali aku di Jakarta di hari Sabtu-Minggu sepertinya nggak terlalu asyik, tidak se asyik di Jogja looh. Di kota gudeg tersebut aku bisa bebas kesana kemari bercengkerama dengan masyarakat Jogja yang santun dan terasa begitu dekat, dimana saking dekatnya aku dengan Jogja sampai-sampai ada rasa takut untuk pergi jauh dari Jogja.
Mungkin hal ini terkesan sangat aneh yah..? tetapi bagaimana ya karena sejak dari kecil hingga lulus kuliah hampir lama berada di Jogja meski sempat 1 tahun di Perancis negerinya om Napoleon Bonaparte, tetapi tetap saja Jogja merupakan tempat tepat untuk barang sebentar menentramkan pikiran dan hati setelah sekian lama berada dalam kondisi panik-nya Jakarta.
Musim saat inipun di Jakarta sangatlah aneh, hujan tidak padahal musim penghujan.. tetapi malah panasnya menusuk tulang, serasa dipanggang saja berada di luar pada pukul 1100-1400 karena teriknya matahari tepat berada di atas kepala kita. Saya dengar tadi malam Jogja hujan sangat deras sekali, syukur lah kalau kota-ku hujan…
Tetapi diatas itu semua, tetap rasa syukur karena aku masih bisa melihat, merasa dan mendengarkan serta menyentuh keindahan yang Tuhan ciptakan.. rasa syukur akan jauh lebih bernilai daripada selalu merasa kurang..