Tuesday, June 26, 2007

Pelupa dan Kunci

Tadi malam ada kejadian yang memilukan sekaligus memalukan, ceritanya sekitar pukul 22:30 dimana saat itu aku lagi mbetulin motor menggunakan ‘tool kit’ motor dan setelah selang 15 menitan selesai aku masukin ke dalam jok motor supra X125 R ku, setelah itu ke atas laaah kedepan kamar untuk cari angin dulu karena lumayan berkeringat saat itu sambil pegang HP dan rokok.

Setelah mau masuk kamar….waaaah…. kunci ndak ada (kunci motor dan kunci kamar jadi satu), jadi bukan hanya kunci kamar tapi juga motor, semua stuff di dalam kamar, motor masih diluar, besok musti kerja, kunci nggak tau dimana….. jreeng…jreeeng… mateeek aku pikirku saat itu…

Aku emang orangnya ASSSSLLLLIIII yang pelupa getooo, pelupanya nggak karuan dehh yang parah abis. Lha aku trus naek turun untuk nyari tu kunci ampe lutut ini rasanya nyeri dan kaku… for sure… tambah berkeringat (pikirku, inilah..inilah…inilah… olahraga malam hari naik turun tangga..)

Setelah sudah pasrah, si pemilik kosan datang dan setelah aku ceritain aku bilang “saya nggak tau dan nggak yakin mas, tapi mungkin kuncinya di dalam jok sini…”, dengan sigap ambillah dia kunci mirip KUNCI T getoo, dicoba paksa dibuka master kunci jok belakang… ongkrek..ongkrek..ongkrek… sampe peok dan nggak karuan bentuknya master kuncinya dan akhirnya ndak bisa…, emang sih aku bilang dirusakin aja ndak papa yang penting kuncinya bisa diketemukan kataku

setelah ndak bisa juga (sampe pemilik kosan dan saudara2 nya pada keluar kamar dan ikut sibuk hehehe) akhirnya pemilik kosan meminta tetangga sebelah yang suka bongkar2 montor. Kemudian dengan usahanya dibongkar sana sini dan akhirnya berhasil dibuka. Setelah dibuka dan dikeluarkan isi bagasi jok itu… LHADALAHHHH……. isinya KOSONG…semua pada bengong dan liat-liatan “lhaahh… mana kuncinya..???” sergapku “wadhuh trus dimana…??” kemudian aku tiba2 teringat coba ke WC (apakah aku tadi dari mbetulin motor sempet ke WC atau ndak aku lupa, nah semacam2 inilah kelupaanku), setelah kucoba lihat di WC ternyata tuh kunci tergantung di hanger gituu…

batinku langsung “Semprul tenan….”, dan sampai pada orang2 disitu pada “welah kok sampe segitunya sampai bikin kita ikutan panik dan sibuk…” hehehehehehe……………. nggak enak aja, setelah itu aku kasih uang 50rb si pembongkar montor tadi tanpa kuminta pasang ulang (udah malem), kasihan juga kan relain bantuin gitu… bukan nominalnya atau tenaganya tetapi kemauan dia membantu/niatan ini kan..? yang sebelumnya dia nggak akan tau apakah akan dibayar atau nggak, tetapi niatan yang malem2 gitu dan membantu yang aku hargai dan nilai gitu…

Pagi ini aku minta orang kantor untuk benerin montor pokoknya musti beres, apakah di dealer atau di bengkel terserah, yang penting beres lah…

lupa kok dipelihara…, tapi aku sendiri ndak pingin gampang lupa

Posted by pangea99 at 03:30:36 | Permalink | No Comments »

Monday, June 25, 2007

Take and Give

Suatu ketika di pagi hari ini, ada bos berkata kepada anak buahnya ”Ham, kamu musti mengisi IPC (suatu form tentang Performance Indicator seseorang) kalau tidak nanti bonus kamu dipotong 5%”, sekedar gambaran umum bahwa IPC kadang di suatu perusahaan lain dikenal dengan Appraisal Review.

Kata-kata bos ini mungkin bagi seseorang yang kurang mencermati seakan biasa saja, tetapi bagi seseorang yang sudah cukup lama memiliki pengalaman kerja tentu ’sulit diterima’, karena yang namanya kerja ini adalah saling memberi dan menerima alias ‘take and give’, bagi perusahaan tentu pekerjaan beres dan bagi si karyawan dia mencari uang, jadi nada ‘ancaman’ seperti itu sepertinya seyogyanya sudah tidak berlaku dan tidak ‘pantas’ dikatakan…

Bagaimana menjadi seorang pemimpin, dalam hal ini bos bukan berarti ingin memperlihatkan ’sok kuasanya’ di depan karyawan, karena apabila ada karyawan keluar tentunya akan membuat posisi perusahaan sedikit terganggu secara operasi sehari-hari.

Pernah suatu ketika, di perusahaan MIGAS lama banyak orang keluar (dan aku termasuk yang keluar hehehe…), saking banyaknya orang yang keluar akhirnya perusahaan ‘panik’ karena secara operasi menjadi goyang, sedangkan kebutuhan karyawan sangat-sangat diperlukan (apalagi yang sudah memiliki pengalaman kerja).

Cerita diatas membuktikan bahwa antara perusahaan dan karyawan ini terjadi hubungan simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama memilki kepentingan. Pekerja diperlakukan sebagai asset, dan perusahaan diperlakukan sebagai ‘rumah kedua’ atau second home. Kenapa second home, karena rumah itu adalah tempat yang menyenangkan dan aman, tidak salah sering disebut ‘home sweet home’, apabila tidak dianggap second home, tentunya karyawan tidak akan merasa enjoy, safe, dan sebagainya… yang mana ujung-ujungnya hendak keluar.

Treatment perusahaan kepada karyawan sangatlah penting, begitu pula kerja karyawan kepada perusahaan. Bos atau posisi jabatan yang lebih tinggi adalah menunjukkan pengalaman waktu dan loyalitas di suatu perusahaan ‘yang lebih lama’ tetapi bukan berarti ‘pengalaman’ dalam hal sebenarnya, sehingga perilaku ’sok nge-bos-i’ dan ’sok mendikte’ selama itu memang benar oke-oke saja, tetapi dengan tambah nada ancaman ‘dipotong bonus-nya’ hanya karena deadline submit form yang harus secepatnya (padahal memberi IPC form nya juga pagi ini tadi) adalah kurang proporsional tentunya.

Melakukan sesuatu pada tempat dan waktu yang benar serta pada proporsi yang benar tentu akan menjadi seseorang ‘disegani’ dan bukan malah ‘disepelekan’, ini namanya senjata makan tuan

Posted by pangea99 at 08:18:32 | Permalink | No Comments »

Pesan Sang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimana dengan anda?

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.

“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”

Posted by pangea99 at 02:38:33 | Permalink | No Comments »

Sunday, June 24, 2007

Jodoh..????

Mencari jodoh untuk teman hidup sampai akhir hayat itu gampang-gampang susah…

saya sadar akan pernyataan di atas ini, bagaimana kita tahu seseorang itu ’soulmate’ kita…, bagaimana kita tahu behwa seseorang itu memang diciptakan untuk kita.., semuanya sungguh pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab.. bahwan saya sudah bertanya kepada banyak orang yang sudah lama menikah.. dan saya tanya

“bagaimana kamu tahu bahwa dia adalah jodoh kamu..?”

semua jawabannya ‘ngambang’ alias NOL BESAR !!!, nggak jelas… semua nggak tahu dan semua berlalu begitu saja, semua sungguh ndak bisa beri penjelasan 100% memuaskan

Kesemuanya itu justru yang biasa membuat bimbang seseorang untuk maju menuju pernikahan, karena masih bimbang apakah seseorang itu adalah jodohnya yang akan dinikahinya..?? nggak usah jauh-jauh karena hal seperti ini juga kadang aku pikirkan kok… aku meskipun terlihat ’santai’ tetapi juga pasti akan berpikir ‘maju-mundur’ saat mau menikah nanti… mencoba meyakinkan apakah itu jodoh kita atau bukan, semakin pasangan nggak bisa meyakinkan kita atau ikut bimbang apakah saling berjodoh, semakin aku tambah bimbang…

yah…. meski bimbang, kata teman-temanku sih ’santai aja Ton, kamu kan cowok… nggak perlu peduli banget’…., benar enggak nya statement itu aku juga nggak tahu

Dalam pikiranku, jodoh atau enggak ini adalah suatu proses kedua pihak, untuk menjadikan pasangan kita menjadi pribadi yang sesuai dengan keinginan kita dan akhirnya pantas jadi ‘jodoh’ kita, demikian penjelasannya…

pribadi yang menikah dan pasangannya tidak mencoba saling mengerti dan memahami, tidak saling mengisi, dan tidak saling komunikasi tentunya akan membuat hubungan rumah tangganya hancur dan cerai… ini artinya apakah tidak berjodoh..?? saya bilang BELUM TENTU, karena pandangan saya adalah apabila pasangan ini saling komunikasi, saling mengisi kekurangan masing-masing, dan saling memahami kelebihan satu sama lain…saya sangat yakin akhirnya bisa langgeng terus ini bisa dikatakan BERJODOH..

Jadi JODOH itu bukan datang dari langit sono, tetapi bagaimana kita membentuk pasangan kita dan memahaminya, tentu setiap pribadi memiliki kelemahan dan kelebihan…atau dalam bahasa HRD punya strength and weakness…, nah bagaimana pasangan kita mengerti dan mengisi weakness ini tentunya, bukan malah semakin memperburuk keadaan yang akhirnya orang akan melihat ‘TIDAK BERJODOH’, karena apabila pasangan ini mengerti strength & weakness pasangannya tentunya akan saling mengisi kekurangan ini dan memahaminya dengan benar dan hubungannya tentunya menjadi langgeng dan dikatakan ‘BERJODOH’…

Apakah pandangan saya ini benar ataukah salah… monggo… semuanya terserah bagaimana orang menilai, karena saya juga punya banyak kekurangan…, tetapi memang sulit untuk memahami dan mengerti kekurangan pasangan… lebih mudah menerima kelebihan-kelebihan

menerima ‘pil pahit’/kekurangan memang tidak menyenangkan, tetapi ‘pil pahit’ ini kadang membuat sisi positif kelak…

Saya ada cerita pendek, real story tetapi sungguh perlu saya share disini :

Teman dan istrinya, katakanlah si cowok teman saya A dan istrinya B, mereka saat menikah si cowok bekerja di salah satu perusahaan MIGAS, dan suatu ketika si A (cowok) kerjanya tidak diperpanjang lagi oleh perusahaan sehingga terpaksa nganggur… tentu hal ini menjadi pukulan telak bagi si cowok, dan juga bagi keluarga itu juga secara nggak langsung…

Tetapi si istri B, sungguh memahami kondisi si A sehingga tidak menuntut macam-macam kepada si A karena dia memahami bahwa si A sudah cukup punya beban setelah tidak diperpanjang lagi, dengan ikhlas dan kesabaran setelah agak lama akhirnya si A mendapat pekerjaan di perusahaan MIGAS lagi dan belum 1 bulan bekerja sudah ada tawaran yang lebih bagus lagi di malaysia sana menjadi ‘dollar-man’

Inti dari cerita ini, apabila si B tidak mau tahu, dan nggak mau mengerti pastilah minta cerai, marah-marah, dan memojokkan si A…. tentunya hal ini tidak dimaui oleh semua lelaki, mana ada lelaki normal yang mau ‘nganggur’, bahwa tidak diperpanjang kerjanya saja sudah membuat mental A jatuh, apalagi di rumah juga ditambah kacau pikirannya, tetapi untuk si istri mau memahami… ini saya katakan JODOH, adanya saling pengertian dan komunikasi…

Cerita ini muncul dari kedua belah pihak kepada saya saat mereka berdua berlibur di Jakarta, kebetulan rumahnya juga di Jogja…, satu lagi cerita juga sama persis dan berakhir dengan hal yang bahagia juga

tentunya sangat bahagia memiliki pasangan yang demikian…

dan saya percaya, JODOH bukan suatu proses pencarian, melainkan suatu proses penciptaan

Posted by pangea99 at 15:50:02 | Permalink | No Comments »

Menuntut Kesabaran

Tadi sewaktu berada di gereja aku melihat seorang ibu yang sudah beruban putih semua rambutnya sedang menuntun cucunya cowok naek ke tangga, si cucu sekitar berusia 3 tahunan, begitu pelan dan berhati-hati sekali dalam menuntun ’si kecil’ ini menaiki tangga… selalu yang kulihat kala mereka menaiki dan menuruni tangga gereja…

’si kecil’ menuruni tangga sambil ketawa-ketawa dan sedikit ‘guyon’ dengan loncat-loncat, sedangkan si nenek sangat berhati-hati memegang ’si kecil’ sembari beliau menuruni tangga, dan ini yang selalu kuamati, si nenek menuruni tangga dengan gaya kaki yang tetap yaitu kaki kanan terlebih dahulu..

Bagi kita yang masih muda naik tangga atau turun tangga nggak akan pedulu bagaimana kaki duluan, entah itu kanan atau kiri terlebih dahulu tentunya yang penting melewati tangga.

Kerentaan seseorang sungguh bisa dinilai seperti itu, setiap kali aku juga menerawang, bahwa perjuangan beliau ini dan kesabarannya dalam menggandeng cucunya dan kehati-hatiannya sungguh aku sangat salut..

banyak orang tidak sabar di dunia saat ini, melihat orang lain lebih lambat kita dengan segera akan ‘naik pitam’…. akankah kita akan ‘naik pitam’ kala orangtua kita sudah renta ??

mampukah kita berbuat sabar barang sebentar… suatu renungan kecil

Posted by pangea99 at 15:10:01 | Permalink | No Comments »

Monday, June 4, 2007

TUHAN itu baik

Ada dua orang bepergian bersama. Mereka
membawa seekor keledai untuk membawa
barang-barangnya, obor untuk menerangi
jalan di malam hari, dan seekor ayam
yang merupakan kawan si keledai.

Satu dari pria itu sangat beriman,
sedang yang satunya seorang atheis.
Sepanjang jalan mereka berbicara
mengenai Tuhan. “Tuhan itu baik”, kata
si pria beriman itu. “Oke kita lihat
apakah selama perjalanan ini kau masih
dapat berpikir seperti itu”, jawab si
pria atheis.

Ketika malam tiba, mereka sampai di
sebuah desa kecil dan mencari suatu
tempat untuk tidur. Mereka mencari ke
semua tempat, ternyata tidak seorangpun
yang mengijinkan mereka untuk bermalam
di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan
untuk melanjutkan perjalanannya keluar
dari desa, dan memutuskan untuk tidur
di luar desa.

“Aku berpikir kau akan berkata bahwa
Tuhan itu baik”, kata si pria atheis
sinis.

“Tuhan membuat hal tersebut, karena
tempat ini adalah tempat terbaik untuk
kita tidur”, si pria beriman
menjelaskan.

Mereka membangun tenda di sebuah pohon
besar, di samping jalan masuk menuju
desa dan mengikat keledai mereka dengan
jarak sekitar 5 meter dari tenda
mereka. Ketika mereka mulai menyalakan
obor, mereka mendengar sebuah suara.
Seekor singa menyerang keledai mereka,
mencabik dan memakannya, lalu mereka
memanjat pohon untuk berlindung.

“Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?”,
tanya si pria atheis dengan marah.

“Jika singa itu tidak membunuh keledai,
kita yang akan dimakan oleh singa itu.
Tuhan itu baik”, jawab pria beriman.

Kemudian mereka mendengar suara ayam
mereka. Dari atas pohon, mereka dapat
melihat seekor kucing besar menyerang
ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum
pria atheis itu berkata, pria beriman
itu berkata, “ayam itu menyelematkan
kita sekali lagi, Tuhan itu baik”.

Beberapa menit kemudian, angin besar
membuat obor mereka mati, obor satu-
satunya yang dapat menghangatkan
mereka. Sekali lagi, pria atheis itu
mengejek sahabatnya, “rupanya kebaikan
Tuhan bekerja untuk kita sepanjang
malam”, pria beriman tidak berkata apa-
apa.

Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa
untuk membeli makanan. Sesampainya di
sana, segera mereka mengetahui bahwa
pada kemarin malam segerombolan
perampok menyerang desa tersebut dan
merampok semua yang ada di desa itu.

Mengetahui hal tersebut, pria beriman
berkata, “sekarang sudah jelas. Tuhan
itu sungguh baik. Jika kita bermalam di
sini, kita akan dirampok seperti orang
desa lainnya. Jika angin tidak
memadamkan obor kita, gerombolan
perampok yang berjalan di dekat kita
akan melihat kita dan merampok kita
juga. Sangat jelas bukan, bahwa Tuhan
itu baik”.

Posted by pangea99 at 06:51:28 | Permalink | No Comments »