Monday, June 4, 2007

TUHAN itu baik

Ada dua orang bepergian bersama. Mereka
membawa seekor keledai untuk membawa
barang-barangnya, obor untuk menerangi
jalan di malam hari, dan seekor ayam
yang merupakan kawan si keledai.

Satu dari pria itu sangat beriman,
sedang yang satunya seorang atheis.
Sepanjang jalan mereka berbicara
mengenai Tuhan. “Tuhan itu baik”, kata
si pria beriman itu. “Oke kita lihat
apakah selama perjalanan ini kau masih
dapat berpikir seperti itu”, jawab si
pria atheis.

Ketika malam tiba, mereka sampai di
sebuah desa kecil dan mencari suatu
tempat untuk tidur. Mereka mencari ke
semua tempat, ternyata tidak seorangpun
yang mengijinkan mereka untuk bermalam
di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan
untuk melanjutkan perjalanannya keluar
dari desa, dan memutuskan untuk tidur
di luar desa.

“Aku berpikir kau akan berkata bahwa
Tuhan itu baik”, kata si pria atheis
sinis.

“Tuhan membuat hal tersebut, karena
tempat ini adalah tempat terbaik untuk
kita tidur”, si pria beriman
menjelaskan.

Mereka membangun tenda di sebuah pohon
besar, di samping jalan masuk menuju
desa dan mengikat keledai mereka dengan
jarak sekitar 5 meter dari tenda
mereka. Ketika mereka mulai menyalakan
obor, mereka mendengar sebuah suara.
Seekor singa menyerang keledai mereka,
mencabik dan memakannya, lalu mereka
memanjat pohon untuk berlindung.

“Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?”,
tanya si pria atheis dengan marah.

“Jika singa itu tidak membunuh keledai,
kita yang akan dimakan oleh singa itu.
Tuhan itu baik”, jawab pria beriman.

Kemudian mereka mendengar suara ayam
mereka. Dari atas pohon, mereka dapat
melihat seekor kucing besar menyerang
ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum
pria atheis itu berkata, pria beriman
itu berkata, “ayam itu menyelematkan
kita sekali lagi, Tuhan itu baik”.

Beberapa menit kemudian, angin besar
membuat obor mereka mati, obor satu-
satunya yang dapat menghangatkan
mereka. Sekali lagi, pria atheis itu
mengejek sahabatnya, “rupanya kebaikan
Tuhan bekerja untuk kita sepanjang
malam”, pria beriman tidak berkata apa-
apa.

Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa
untuk membeli makanan. Sesampainya di
sana, segera mereka mengetahui bahwa
pada kemarin malam segerombolan
perampok menyerang desa tersebut dan
merampok semua yang ada di desa itu.

Mengetahui hal tersebut, pria beriman
berkata, “sekarang sudah jelas. Tuhan
itu sungguh baik. Jika kita bermalam di
sini, kita akan dirampok seperti orang
desa lainnya. Jika angin tidak
memadamkan obor kita, gerombolan
perampok yang berjalan di dekat kita
akan melihat kita dan merampok kita
juga. Sangat jelas bukan, bahwa Tuhan
itu baik”.

Posted by pangea99 in 06:51:28 | Permalink | No Comments »