Monday, July 16, 2007

kata-kata dari hati

Sebagian besar orang butuh mendengar “Tiga kata sederhana” itu.
Kadang-kadang mereka mendengarnya pada saat yang tepat.

Aku berjumpa dengan Connie pada hari ia dibawa ke bangsal perawatan,
tempatku bekerja sebagai tenaga relawan. Suaminya, Bill, berdiri dengan
gugup dekat-dekat ketika ia dipindahkan dari tempat tidur dorong ke tempat
tidur rumah sakit. Walaupun Connie berada pada tahap-tahap akhir
perjuangannya melawan kanker, ia masih sadar dan ceria. Kami merasa ia sudah
pasrah. Aku sudah selesai menuliskan namanya pada semua peralatan rumah
sakit yang akan digunakannya, lalu bertanya kalau-kalau ia masih
membutuhkan sesuatu.

“Oh ya,” katanya, “Bisakah kamu tunjukkan pada saya bagaimana menggunakan TV?
Saya sangat senang nonton opera sabun dan tak ingin ketinggalan”. Connie
orang yang romantis. Dia menyukai opera-opera sabun, novel-novel, dan
film-film romantis dengan kisah cinta yang bagus. Ketika kami makin saling
mengenal, ia membukakan rahasia betapa frustasinya menikah 32 tahun lamanya
dengan seorang pria yang selalu menyebutnya, “Perempuan Pandir”.

“Oh, saya tahu Bill mencintai saya,” katanya, “tetapi dia tak pernah sekalipun
mengatakan dia mencintai saya, atau mengirimkan kartu2 pada saya”. Ia
mendesah lalu memandang ke luar jendela mengamati pepohonan di halaman.
“Akan saya berikan apa saja ia mengatakan “Aku mencintaimu”, tetapi hal itu
memang bukan pembawaannya.”

Bill menjenguk Connie setiap hari. Pada mulanya ia hanya duduk di samping
tempat tidur sementara Connie menonton opera-opera sabun. Kemudian ketika
Connie mulai lebih banyak tidur, ia berjalan hilir mudik di gang di luar
ruangan. Lalu setelah Connie tak lagi menonton TV dan makin sedikit
saat-saat ia sadar, aku mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan Bill.

Dia menceritakan pekerjaannya sebagai tukang kayu serta kesukaannya pergi
memancing. Dia dan Connie tak mempunyai anak, tetapi mereka menikmati
saat-saat liburan dengan pergi melancong, sampai Connie jatuh sakit. Bill
tak dapat mengungkapkan perasaan-perasaannya menghadapi kenyataan istrinya
dalam keadaan sekarat.

Suatu hari, saat minum kopi di kafetaria, aku menggiringnya ke pokok
pembicaraan tentang wanita dan bagaimana mereka membutuhkan suasana romantis
dalam hidup mereka. Betapa mereka suka akan kartu-kartu dan surat-surat
cinta yang sentimental.

“Apakah kamu katakan pada Connie bahwa kamu mencintainya?” aku bertanya
(walau aku tahu jawabannya), dan ia melihat padaku seakan-akan aku telah
gila.
“Itu tak perlu saya lakukan,” katanya. “Dia tahu saya mencintainya”
“Saya yakin dia tahu,” kataku, meraih dan menyentuh tangannya - kasar, tangan
seorang tukang kayu yang mengenggam cangkir seakan-akan itulah satu-satunya
tempat ia bergantung.
“Tetapi ia butuh mendengar hal itu, Bill. Dia butuh mendengar bahwa ia
berarti bagimu selama sekian tahun. Cobalah pikirkan hal itu.

Kami kembali ke kamar Connie. Bill menghilang ke dalam, sedangkan aku pergi
mengunjungi pasien lainnya. Kemudian aku melihat Bill duduk di samping
tempat tidur. Ia mengenggam tangan Connie saat ia tidur. Tanggal 12
Februari.

Dua hari kemudian aku berjalan menuju bangsal itu pada sore hari. Di sana
berdiri Bill, bersender pada dinding gang, memandang ke lantai. Aku sudah
tahu dari perawat kepala bahwa Connie telah meninggal pada pukul 11 pagi
itu.

Ketika Bill melihatku, ia membiarkan dirinya dirangkul lama dalam pelukan.
Wajahnya basah oleh air mata dan ia tergetar. Akhirnya ia kembali bersandar
di tembok dan menghela napas panjang.

“Saya harus mengatakan sesuatu,” katanya. “Saya harus mengatakan betapa lega
rasanya berkata kepadanya.” Ia berhenti untuk membersihkan hidungnya. “Lama
saya memikirkan apa yang kamu katakan, dan pagi ini saya mengatakan betapa
saya amat mencintainya… dan bahagia menikah dengannya. Andai saja kamu
melihat senyumnya…..”

Aku menuju ke kamar untuk mengucapkan salam perpisahanku pada Connie. Di
sana, di meja samping tempat tidur, ada sebuah kartu valentine yang besar
dari Bill. Tentu anda juga tahu, hal sentimental yang mengatakan, “Untuk
istriku yang luar biasa…Aku mencintaimu”

(Bobbie Lippman)

Posted by pangea99 in 08:51:45 | Permalink | No Comments »

pesan dari sahabat

Suatu hari, ketika saya masih duduk dikelas 1 SMA, saya melihat
seorang anak dari kelas say aberjalan pulang dari sekolah .
Namanya Kyle.
Seperti ia menenteng semua bukunya. Lalu saya pikir, ” kenapa
ada orang yg masih mau membawa bukunya pulang pada hari Jumat. “
Pasti dia anak yang aneh, karena kalau saya pikir setiap akhir
pekan acara saya sudah padat terencana, ya pesta , pertandingan
sepak bola, dan lain - lain. Jadi, sambil menggelengkan kepala,
aku melangkah.

Tiba - tiba saya melihat sekelompok anak kecil berlari ke arahnya,
dan dengan sengaja menabraknya. Bukunya berhamburan,
dan ia pun jatuh ketanah berlumpur.
Kacamatanya melayang jatuh ke rerumputan, kira - kira 10 kaki jauhnya
dari tempat dimana Ia jatuh.. Ia menatap ke atas,
dan kulihat kesedihan yang amat mendalam diwajahnya.
Hatiku tergerak, dan merasa kasihan kepadanya.

Aku melangkah perlahan menghampirinya. Sambil merangkak ,
Ia melihat ke sekeliling, mencari kacamatanya.
Kulihat matanya berlinang.
Kuambil kacamatanya dan kuberikan padanya.
” Anak - anak tersebut memang sangat nakal, ” kataku kepadanya.
Ia menatapku dan berucap lembut : ” Hey, terima kasih “
Ia tersenyum lebar. itulah senyuman tertulus, tanda ucapan
terima kasih, yang pernah kulihat selama ini.

Aku bantu dia mengumpulkan buku - bukunya yang berserakan,
sambil kutanya dimana Ia tinggal. Ternyata, Ia tinggal dekat rumahku.
Aku lalu bertanya, kalau dia memang tinggal dekat rumahku,
bagaimana mungkin aku belum pernah melihat dia sebelumnya.
Ia bercerita bahwa sebelumnya ia sekolah di sebuah sekolah swasta.
Aku memang belum pernah bergaul dengan anak dari sekolah swasta
sebelumnya.

Sepanjang jalan ia bercerita, sementara buku - bukunya
kubawakan.
Ternyata, ia anak manis juga. Aku tanyai apakah dia mau bermain
sepakbola bersama saya, dan ia menjawab : “ya “, dengan
bersemangat. Kami berjalan bersama sepanjang akhir pekan,
dan ternyata , semakin kukenal Kyle, semakin suka aku padanya.
Teman - temanku juga menyukainya.

Hari Senin tiba dan kulihat Kyle dengan setumpuk bukunya lagi.
Kudekati dia dan kukatakan sambil bercanda: “Gila kamu,Kyle!
Kamu bisa mengencangkan otot - ototmu dengan mengangkut
buku - bukumu setiap hari.”
Ia cuma tertawa dan memberikan separuh bukunya kepadaku.
Selama 4 tahun kemudian, kami terus bersahabat. Ketika kami
sudah duduk di kelas senior, dan kami harus mulai memikirkan
tentang Universitas, Kyle memutuskan untuk melanjutkan ke
Georgetown, dan saya berencana ke Duke.
Saat itu saya tahu, bahwa persahabatan kami akan terus abadi,
dan bahwa jarak yang memisahkan kami tidak akan menjadi
penghalang. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan
mengambil jurusan bisnis, karena saya mendapatkan beasiswa
dari kegiatan sepakbola saya.

Kyle memang seorang bintang kelas dan aku bahkan sering
menggodanya sebagai kutu buku. Sebagai bintang kelas,
Ia harus menyiapkan pidato perpisahannya .
Pada Saat - saat seperti itu, aku bersyukur, bukan aku yang
harus berdiri di mimbar dan dan berpidato.

Persis pada hari wisuda kami, aku lihat Kyle tampak begitu gagah.
Benar - benar seorang anak SMA yang kerja keras dan berhasil
yang sungguh - sunggu patut dicontoh. Teman ceweknya banyak.
Dalam hal satu ini aku sering iri padanya .
Tapi aku juga melihat bahwa ia sangat gelisah menjelang saat
pidatonya. Maka aku dekati dia dan kutepuk punggungnya
:
“Hai, Kawan ! pasti OK.”
Dia terdiam melihatku dengan tatapan yang sungguh - sungguh
penuh terima kasih, lalu katanya dalam - dalam :” terima kasih .”

Ketika hendak memulai pidatonya, dia mengambil nafas dalam -
dalam dan mulai berkata: “Wisuda adalah saat untuk mengucapkan
terima kasih kepada orang - orang yang telah membantu kita
melewati masa - masa yang berat. Orangtua kita,guru - guru,
teman sekamar, mungkin para tutor, tetapi yang paling banyak
adalah teman. Saya berdiri disini dan akan menceritakan
sebuah kisah nyata.”

Aku menatapnnya dengan rasa tidak percaya pada apa yang kemudian
kudengar. Ia bercerita bahwa suatu hari ia merasa sangat putus asa,
hingga ia berniat hendak bunuh diri diakhir minggu. Ia memulai dengan
mengosongkan lockernya supaya mamanya tidak repot nantinya, dan ia
mengangkut semua bukunya pulang.
Sambil terus bercerita, ia menatapku sambil tersenyum.
“Untungnya, saya diselamatkan. Seorang teman saya menyelamatkan
saya dari rencana putus asa tersebut.”

Saya menangkap getaran dalam suaranya, dan ia terdiam mengambil
nafas dan mengatur emosinya kembali. Saya juga menangkap emosi para
hadirin, hampir semua para menahan nafas dan terhanyut dalam cerita tersebut.
Semua mata menatap pemuda pintar dan tampan yang sungguh populer itu
menceritakan kenangannya tatkala melewati masa yang paling sulit dalam
hidupnya. Saya juga melihat orangtuanya melihat kearahku dengan tersenyum.
Belum pernah aku merasakan rasa yang begitu mendalam..

Teman, jangan sekali kali meremehkan tindakan yang anda lakukan.
Bahkan dengan tindakan kecil-pun anda dapat saja mengubah hidup
orang lain. Sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita tatkala
kita lupa bagaimana caranya terbang.

Terima kasih kepada Sdri. Idawati yang telah mengirim artikel yang
indah ini.

Posted by pangea99 in 08:49:29 | Permalink | No Comments »

minggu : adventure

Seharian kemarin pergi berduaan pake motor besama doi di bilangan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi… bisa dibayangin dari pukul 14:00-an siang sampe balik lagi ke rumahnya pukul 21:00-an wuuuaaahhh cuapek nya tetapi puaaasnyaaa jugaaa… hehehe

Kita pertama kali keluar langsung meminta dia untuk nemeni aku beli Bakso di dekat terminal Rawamangun di baksonya pak gendut, wooaah enaknya.. wong baksonya juga gendut-gendut :) hehehe si doi juga seneng maem baksonya, padahal aku tau mugnkin sebenarnya dia ndak suka bakso… kerena pernah bilang gituan ma aku, tapi karena nemeni aku doi akhirnya ikut maem bakso juga.., baksonya dijamin enak kok.. wong aku juga ndak sengaja nemuin ini tempat bakso enak (sepertinya penah kuposting di blog ini deeh…)

Selepas itu kita ke Arion Mall, dibilangan Jaktim juga untuk mencari sepatu buatku… kesana-sini nggak dapet-dapet akhirnya putus asa keluar dari mall.., kemudian berdua menuju ke Bekasi tempat kakak no. 2, karena aku ndiri ada kepentingan untuk buatin Kartu Keluarga dan KTP juga untuk berbagai keperluan gitu sih.. sekalian mengenalkan sang doi ke kakak no. 2 karena sama-sama belum pernah ketemu sih..

Selepas dari tempat kakak, kita kemudian meluncur menuju Jakarta selatan melewati Cawang dan Casablanca, di Jakarta selatan yang kita tuju Plaza Semanggi… pertama kita mencari sepatu buatku (di-make over kata doi..) kemudian gantian dia aku make-over dengan pakean ala ARMY US motif polos hijau lumut atasan dan bawahan celana pendek doreng-doreng ala ARMY (emang tokonya berjualan khusus pakaian dan celana ala ARMY atau Angkatan Darat)… setelah berputar-putar akhirnya sepatunya ketemu di Centro, Plaza Semanggi dan beres deeh..

Pulang sebentar ke kosan naruk sepatu dan kirim pakaian kotor ke kosan lama serta mabil pakaian baru, kemudian setelah menaruk di kosan baru.. kita langsung ngacir kembali nganterin doi pulang kerumahnya karena dah malem juga, tetapi beli martabak dulu di jalan :)

Kemarin itu full adventure, sampe doi saat ku-tilpun ngrasa lemes, capek hehehehe…. nggak usah dipijet udah krasa macam dipijitin kan ??

Posted by pangea99 in 04:29:07 | Permalink | No Comments »

try this…

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2
membuat keajaiban (ini berasal dari
kutipan Cina)

1.Pertama, pertemukan kedua telapak
tangan Anda, jari tengah ditekuk ke
dalam sampai buku kedua bertemu.

2.Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan
ujungnya.

3.Cobalah membuka ibu jari. Ibu jari
mewakili orang tua, ibu jari bisa
dibuka karena semua manusia mengalami
sakit dan mati. Dengan demikian orang
tua kita akan meninggalkan kita suatu
hari nanti.

4.Tutup kembali ibu jari Anda, kemudian
buka jari telunjuk Anda. Jari telunjuk
mewakili kakak dan adik, mereke
memiliki keluarga sendiri, sehingga
mereka juga akan meninggalkan kita.

5.Sekarang tutup kembali jari telunjuk,
dan buka jari
kelingking yang mewakili anak2. Cepat
atau lambat anak2 juga akan
meninggalkan kita.

6.Selanjutnya, tutup jari kelingking,
bukalah jari manis Anda tempat dimana
kita menaruh cincin perkawinan. Anda
akan heran karena jari tersebut tidak
akan bisa dibuka. Jari manis mewakili
suami dan istri, selama hidup. Anda dan
pasangan Anda akan terus melekat satu
sama lain.

Real love will stick together ever and
forever

Thumb represent parents
Second finger represent brothers &
sisters
Centre finger represent own self
Fourth finger represent your partner
Last finger represent your children

Posted by pangea99 in 03:05:00 | Permalink | No Comments »

pernahkah kita disadari

Betapa Lucu.. tapi … Kenyataan

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000
apabila dibawa ke gereja untuk disumbangkan; tetapi
betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk
dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama satu jam; namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film .

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika
berdoa(spontan) ; namun betapa mudahnya kalau mengobrol
atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir
panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan basketball
diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh
ketika khotbah di gereja lebih lama sedikit daripada
biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu perikop dari Kitab
Suci; namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari
novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam
pertandingan atau konser namun lebih senang duduk di
bangku paling belakang di gereja.

Betapa sulitnya untuk menyesuaikan jadwal waktu kita,
2 atau 3 minggu sebelumnya untuk suatu acara gerejani;
namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam
sekejap pada saat terakhir untuk event yang
menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari suatu bab sederhana
dari Injil untuk di sharingkan dengan orang lain;
namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip
yang sama kepada orang lain itu.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan
oleh koran; namun betapa kita meragukan apa yang
dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak
perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan
apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui
e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti
api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan
Allah; betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan
membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik
pada icon DELETE.

ANDA TERTAWA …? ANDA BERPIKIR-PIKIR?

Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada
TUHAN,DIA BAIK,PENGASIH DAN PENYAYANG.

Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan
ini.
Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini,
karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya
akan sesuatu ?

Posted by pangea99 in 02:35:33 | Permalink | No Comments »