Thursday, August 30, 2007

UUD = Ujung-Ujungnya Duit..?????

Di dalam dunia Oil Industry, entah itu Oil Company ataupun Service Company atau malah mungkin juga di industri-industri yang lain, bicara soal gaji selalu aja ada yang pusing/kurang puas/gusar apabila berbicara soal gaji/salary..

pasti ini menjadi pembicaraan yang selalu saja tidak akan pernah ada habisnya, setaip waktu kapan saja, dimana saja topik ini selalu membawa materi yang cukup hangat dibawa kemana saja..

Satu hal dan saya pikir sesuatu yang menarik seperti apa yang ditulis oleh pak Awang Harus Satyana (BPMIGAS) dibawah ini, mengusik sedikit hati orang-orang yang selalu saja ‘gusar’ soal gajinya….

 > Subject: RE: [iagi-net-l] Pembedaan Gaji Bagi Profesional Asing dan WNI
  > di Tanah Air Picu Brain Drain
  >
  >
  > Yang bergaji rp 100 jt/bl atau rp 1 jt/bl sama-sama bisa hidup,
  > sama-sama bisa menyekolahkan anak-anaknya, dan punya kenikmatan serta
  > keluhannya masing-masing. Tak ada jaminan bahwa yang bergaji rp 100
  > jt/bl tak pernah mengeluh atau pusing atau kuatir. Di tengah kemacetan
  > kota Jakarta, yang bergaji Rp 100 jt/bl marah karena terjebak macet dan
  > kuatir mobil mewahnya terserempet metromini yang dinaiki orang bergaji
  > rp 1 jt/bl yang tersenyum saja melihatnya.
Penghasilan tak pernah
  > berkorelasi positif dengan kebahagiaan
. Orang yang gajinya kecil akan
  > menyesuaikan dengan apa yang mampu dibelinya.
  >
  > Kalau “brain drain” hanya mengejar uang, hm…
  > Masih banyak yang tak bisa dibeli dengan uang..

  >
  > Salam,
  > awang

Posted by pangea99 at 08:27:06 | Permalink | No Comments »

Wednesday, August 29, 2007

Untung ada doi..

Kemarin (28/08) saat bangun pagi aku sudah merasakan ketidakberesan, dimana tubuh rasanya sakit dan lemes… di pinggang sakit dan juga badan lemes banget… tetapi tetap tak paksain ke kantor yang aku pikir karena masalah istirahatnya saja.

Sesampai di kantor saat daily operation meeting, semakin nggak karuan saja tubuh ini menolak, tambah lemes dan nggak kuat sama sekali.. kepala malah tambah nyut-nyutan. di sela-sela itu sungguh tubuh ini nggak kuat lagi… dan ternyata saat siang hari aku kena demem, sakit kepala, perut mulas, dan buang air besar terus..

Aku lalu menghubungi doi bahwa aku udah nggak kuat lagi, dan doi saat itu nawarin untuk menjemput aku untuk dibawa ke dokter. Aku sebenarnya kasihan sama doi juga musti jemputin aku, tetapi kata doi tak apa-apa. Sesaat setelah doi datang, kita berdua ke rumah sakit Mintoharjo tetapi akhirnya tidak ada dokter praktek, kemudian akhirnya kita berdua ke RS St. Carolus di bilangan Salemba.

Setelah ketemu doket dan diberi obat macem-macem (sampai 4 jenis sepertinya) akhirnya aku pulang sama doi.

Sungguh untung ada doi di Jakarta, kalau tak ada dia nggak tau aku musti bagaimana.. gak tau mau kemana dan ngapa, musti apa… aku hanya bisa berkata terima kasih banget ya sayang… mau anterin dan temenin serta perhatian yang diberikan… love you

Posted by pangea99 at 02:58:10 | Permalink | No Comments »

Monday, August 27, 2007

my Mom

Terkadang aku sangat iri kepada sesuatu yang terjadi di luar sana, mereka bisa mendapatkan apa yang mereka minta bahkan terkadang tanpa meminta.. orang-orang disekitarnyalah yang sudah memberikannya…, sungguh hal tersebut membuat ku kadang ciut nyali.

Perjuanganku bukanlah perjuangan yang semulus orang kira, orangtuaku pun bukanlah orang tua berada.. dimana untuk mendapatkan sesuatu tidak bisa sekedar menggesek beberapa kartu debit ataupun kartu kredit, semuanya itu tidak datang dengan instan teman.. semua penuh perjuangan dan bahkan sampai sekarangpun masih berjuang.

tetapi ada sesorang disana yang selalu mendukungku, mensupportku dan selalu menemaniku saat aku lelah, capai dan tanpa tenaga… dia adalah mamahku, ibuku tercinta.. beliau mendukungku selalu setelah ayahku tidak ada, meski aku tau beliau pun butuh dukungan di dalam kesendiriannya, kami saling mendukung..

Suatu nilai yang tak ternilai, suatu harga yang tidak bisa terhargai oleh apapun juga… keluarga kita sendiri, kalau bukan mereka yang selalu mendukung kita… lalu siapa lagi ???

Mom… I want to say that I really love you, doesn’t matter what they have said about us and what they are thinking, You’re still the best. I can’t imagine what you’ve face every single day and what you have take struggling with your life..

I will always support you and I won’t let you feel lonely, I promise this for the rest in my life

Posted by pangea99 at 12:36:58 | Permalink | No Comments »

BEDA ANTARA CINTA DAN COCOK

BEDA ANTARA CINTA DAN COCOK
Oleh: Dr. Paul Gunadi
 

 

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta. 

 

Cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

 

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik  dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk  merekatkan keduanya.

 

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

 

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

 

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor  burung yang tiba- tiba
hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah “datang” karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

 

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini.
Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan  berupaya mendekatkan  diri dengan orang tersebut.

 

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

 

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena kesabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik/tampan  atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata  lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbullah  rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita  menyukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

 

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

 

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

 

Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

 

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.

 

Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang
berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

 

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

 

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya.
Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan — ini yang penting — cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

 

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

 

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap, “Saya  menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya.” Salah besar!

 

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok!

 

Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

 

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

 

Kata “sepadan” dapat kita ganti dengan kata “cocok.” Tuhan tidak hanya
menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

 

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.
Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata “cocok” dengan kata “cinta.” Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

 

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?

 

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika
Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, “Cinta adalah segalanya,” dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

 

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!

 

Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok, doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya Kehidupan. ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2. Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna… berikan kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik Anda pasti tidak akan pernah sia-sia… semoga bermanfaat 
 

 

PRAYER FOR LIFETIME PARTNER

 

Tuhanku,

 

Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku.

 

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

 

Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah  Engkau.

 

Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

 

Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah
sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki
keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi
siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang
yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria/perempuan
yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku/ketampanan tetapi karena hatiku.
Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan
situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.

 

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang
tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.

 

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.

 

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang
membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang
membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

 

Dan aku juga meminta :

 

Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia.

 

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat
mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

 

Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku.

 

Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

 

Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam
dirinya dan bukan hal buruk saja.

 

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi
semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.

 

Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

 

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakaan “betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”. Aku
mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan
Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

 

Aamiin 

 

Posted by pangea99 at 05:35:05 | Permalink | Comments (1) »

Friday, August 24, 2007

Mandikan Aku Bunda

* sebuah kiriman dari teman 

Mandikan Aku Bunda

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya …..

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.

”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.

Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.

Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.

– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.

– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.

– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.

– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

– Pelajaran yang sangat menyedihkan.

Posted by pangea99 at 03:48:07 | Permalink | No Comments »

Tuesday, August 21, 2007

August 21, 2007

Hari ini aktivitasku sungguh buat aku pusing, pagi-pagi di kantor baru sebentar kemudian hujan di luar (meski aku di dalam ruangan, tetapi aku ini paling nggak suka apabila terlalu dingin, lebih suka udara yang sejuk dimana tidak panas dan tidak dingin. tetapi karena cuaca di luar hujan (dingin) dan di dalam AC menjadi terasa lebih dingin dari biasanya… sungguh aku benci sekali udara dingin ini, teringat waktu di Paris saat itu temperatur hingga -4deg C dimana sampai saking dinginnya tubuh ini nggak bisa gerak, mimisan dan kulit terasa perih dan sakit apabila dipegang… makanya aku benci hal ini.

Saat makan siang bersama teman-teman makan bakwan malang, dan diluar masih hujan. Aku tidak menyadari bahwa bakwan ini panas sekali… udah badan kedinginan dan makan langsung yang sangat panas, terang saja langsung menyerang ke kepala dan efeknya sakit kepala sampai saat aku nulis ini !!!

Aku sudah nggak kuat sekali rasa nyut-nyut di kepala ini, aku tau kalau aku hantam kopi pasti tambah sakit kepala :( padahal sekarang aku lagi ngantuk juga, cukup berat juga nih..

di kantor si bos juga mau ditransfer ke KL dengan alasan family, dan ada orang lain yang udah gak betah lah, nggak senang, enggak comfort dan ada yang keluar per bulan ini mungkin.

Mikir beginian nggak pernah selesai-selesai…. just keep goin’ on

Posted by pangea99 at 08:02:55 | Permalink | No Comments »

Monday, August 20, 2007

August 20th

For most of people, this date August 20th may be become as an ordinary day but for some people this date become special days within their life..

Posted by pangea99 at 07:21:39 | Permalink | No Comments »

kata-kata kasar

*kiriman dari seorang sahabat… 

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku,

“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”

“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,

“Bangun, nak, bangun,” kataku.

“Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. “

“Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”

Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”

Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?

Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.

FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU

Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. Saya telah melakukannya.

Posted by pangea99 at 05:53:18 | Permalink | No Comments »

Tuesday, August 14, 2007

kopi, ngopi, ngafe…

Kenapa yah cukup banyak orang suka pergi minum kopi st@rbucks ? aku nggak ngerti sih karena memang belum pernah mencoba ini minuman, lha wong excelso saja belum pernah mencoba kok, kenapa pertanyaan di awal kalimatnya seperti diatas…

Karena barusan aku lihat ada expat sehabis dari luar membawa secangkir st@rbucks di tangannya, sepertinya sih sangat enak memang, doi juga pernah minum st@rbucks tetapi kata doi juga, kalau excelso juga cukup enak kok sewaktu sang doi berada di jogja waktu itu.

St@rbuck atau excelso atau yang lain mungkin memang merupakan merk dagang yang cukup terkenal dan ternama, tetapi aku juga belum pernah mencobanya kok… selama ini pingin sih… :)

kapan-kapan coba ahh… bareng si doi

Posted by pangea99 at 05:23:18 | Permalink | No Comments »

Monday, August 13, 2007

1st week experience with the new office

Minggu pertama dan setiap hari sungguh istimewa sekali, suasana kerja yang dinamis, american culture style yang kentara.. minggu pertama yang di-provide dengan free blackberry, laptop, modem, fax untuk pribadi….wwooowww… cukup lengkap kan..

Di kantor juga ada mesin untuk membuat kopi, teh, cappucino, dll gratis dengan self-service tentunya 9american style banget gitu…), mau camilan atau soft drink..? ada kulkas di tiap-tiap department yang selalu ada makanan tersedia di dalamnya :)

Disini fasilitas lengkap deeh, dan tentunya dan utamanya semua pegawai dan karyawannya enak enak untuk diajak diskusi dan ngobrol euuy…, dinamis sekali kondisi kerjanya. Semua tentunya harus saling support dan mengerti bagaimana karakteristik tiap-tiap orang…

Ini juga sebab dapat support dari Mamah dan doi hehehehe… :)

kata kuncinya :

Anything depends on how you control and set you parameters to get in balance and ‘click’ with them, once you find it… just let it flows and enjoy you travelling :)

Posted by pangea99 at 06:16:46 | Permalink | No Comments »