Monday, November 26, 2007

this weekend..

Bersendang gurau itulaah yang aku lakukan bersama Mamahku dan Novan sewaktu weekend kemarin di Jogja, banyak hal yang lama kurindukan karena jarangnya aku pulang (palingan 2x sebulan tetapi kadang 1x sebulan), kami banyak bercerita satu sama lain dan berjalan bersama…

Ada sesuatu yang hilang tentunya dalam hidup ini, coba kalau ada Papah ada, tentunya kami semua sangat senang.. tetapi apa yang bisa diperbuat… semenjak beliau meninggalkan kami semua untuk ke rumah Bapa di surga sana, banyak hal telah berubah dan telah merubah bagaimana kami harus bisa berjalan dengan ataupun tanpa Papah di tengah-tengah kami…

Mamah sudah cukup berumur dan aku tentunya amat sangat rindu setiap kali lama jauh dari beliau, beliaulah yang selama ini juga men-support aku semenjak Papah tiada, kehadiran dan sosok beliau sangat aku hargai.. apa kata beliau harus dan mampu aku lakukan. Wis wancine anak kudhu mer-bakti karo wong tuo, sudah waktunya anak untuk berbakti kepada orangtua..

Aku sama sekali tidaklah risau ataupun gusar ataupun malu apabila dikata bahwa family-minded, ya bagaimana kehadiran mereka sangatlah berperan penting dalam setiap jejak langkahku, sejauh aku berjalan dan sejauh mata memandang semua tidak lepas dari bagaimana aku mencintai keluarga ini, keluarga yang berusaha untuk mendapatkan yang terbaik bagi anak-anaknya..

Saat aku di Jogja kemarin, aku ajak Mamahku untuk berputar-putar keliling Jogja dan cari makan, yang selama ini beliau jarang berjalan-jalan karena tidak ada yang menemani.. hanyalah Novan yang berumur (2 tahun lebih) lah yang bisa diajak untuk sharing.. anak sekecil itu juga aku sangat kagum.. dia bagitu ngerti akan kesedihan eyangnya.

I Love You mom…

Posted by pangea99 at 12:39:16 | Permalink | No Comments »

Thursday, November 22, 2007

voting

Sore ini ada voting di kantor, voting tentang kantor kita semua, apakah ingin tetap di Sentral Senayan I atau ingin pindah ke selatan di dekat Citos. Wah wah wah dipikir-pikir kalau pindah ke daerah selatan tentunya repot juga karena jauh dan juga daerah macet juga sekitar Citos tersebut kata temen-temen di ConocoPhillips.

Pikirku jauuh betul kantor pindah di daerah TB Simatupang..? makanya ini tadi kita semua voting, sebenarnya apakah mau pindah kesana enggak.. karena jauh juga dengan BPMIGAS dimana kalau ada meeting atau apalah itu tanpa komunikasi BPMIGAS bakalan susah, lha wong mau ke kantornya aja musti lewat jalan yang hampir tiap hari dan waktu macet :)

Jakarta… Jakarta… susah, kalau enggak macet ya banjir, nak enggak ya panas.. serba susah toh… :)

tapi yo piye meneh, wong panggawean’ne nang kene

Posted by pangea99 at 10:18:26 | Permalink | No Comments »

Monday, November 19, 2007

Sugih tanpa bandha…

Ada suatu peribahasa Jawa yang mungkin baik untuk kita cermati, berikut ini dibawah :

“Sugih tanpa bandha”

Sugih tanpa bandha = Kaya tanpa harta

Hal ini berarti bahwa orang ‘kaya’ tidak selalu berkorelasi dengan bandha (harta), kekayaan seseorang menurut hemat aku adalah suatu sikap dimana kita bisa menghargai dan menikmati apa yang dimiliki.. ini hakekat kekayaan sejati, bahagia dengan apa yang dimiliki, mensyukurinya. Jadi setiap orang bisa menjadi kaya ketika mereka bisa bersyukur dengan apa yang mereka miliki, dan tidak selalu ‘nggresulo’ atau arti katanya selalu bergumam dibelakang.

Ketika seseorang sudah dibuai dalam terminologi dangkal kekayaan yang berarti besar sedikitnya harta yang dimiliki, maka akan hidupnya pun tidak akan pernah dinikmati..

Mencari kepuasan itu memang tidak akan pernah selesai meski diberi tambahan umur 1000 tahun lagi, tetapi bersyukur terhadap apa yang didapat dan dimiliki adalah kekayaan yang hakiki dan sebenarnya selalu bisa kita dapatkan setiap waktu dan detik, itu semua berjalan dengan sendirinya.. tetapi kadang tuntutan dari luarlah maka hal itu menjadi kabur terminologinya, terutama di kota-kota besar…

Posted by pangea99 at 07:32:24 | Permalink | No Comments »

Saturday, November 17, 2007

indocomtech

Hari ini tadi aku menuju ke pameran komputer yang menurutku mungkin terbesar yang pernah kau lihat di Indonesia, bernama INDOCOMTECH yang berlangsung di JHCC dari tanggal 14-18 November ini. Untuk masuknya saja kesulitan cari tempat parkir (hal ini mungkin karena hari minggu).. gilee sulitnya padahal menggunakan motor.
Sak’bar ketemu tempat parkir aku menuju ke lokasi pameran dengan jalan kaki, orang juga berduyun-duyun koyo meh antri sembako juga, panas pula.. dan akhirnya masuk ke gedung Cendrawasih… wuuuzzz rasa AC nya yang dingin membuat kepala ini jadi ikutan mendingan yang sebelumnya stress cari tempat parkir dan panasnya udara diluar, tetapi masuk dengan AC yang cukup kenceng meski ruan orang berjubelan masuk tanpa bayar (tidak seperti di Jogja yang selalu bayar) dan yang buat tambah seger lagi ada banyak cew SPG gitu.. hehehehe.. bonus-nya setelah kena panas dan susahnya cari tempat parkir, tapi jangan salah mereka ini ‘ boleh dilihat tak boleh dipegang ‘, nak boleh malah dapet bons ganda :)
karena di dalam pameran itu kebanyakan branded dan besar-besar serta luasnya tempat yang ada, menjadikan kaki ini letih juga.. kesel mlaku mrono mlaku mrene tur rak ono sing menarik rega’ne… podo ae larang-larang, diskon nya juga nggak yang heboh banget.
Secara umum pameran ini heboh dan bagus pelaksanaannya, aku salut dengan panitia dan organizer nya deh, semuanya bagus-bagus dan nggak perlu bayar.. nah ini yang menariknya…
Sesaat setelah berjalan sana sini aku ketemu temen sekampusku dulu, welah iki… tak pikir aku rak bakal ketemu sopo-sopo malah ketemu konco kampus… ndagel tenan :)
Setelah merasa capek akhirnya aku pulang saja… mendingan nang kosan teturon lan leyeh-leyeh…
Posted by pangea99 at 06:43:29 | Permalink | No Comments »

Tuesday, November 13, 2007

Cinta tanpa Kata-kata

( disadur dari : Unknown  )
Dari awal hubungan sepasang kekasih ini sudah tidak disetujui oleh pihak keluarga sang wanita, hal ini karena latar belakang sang kekasih yang bukan dari keluarga yang mereka inginkan status sosialnya dan pendidikannya. dan sang keluarga selalu mengatakan bahwa apabilang sang wanita tetap berhubungan dengan sang kekasih maka dia akan menderita seumur hidupnya.
Di bawah tekakan keluarga sang wanita, mereka tetap menjalin hubungan dan sering bertemu. Kenyataan bahwa sang wanitan sangat mencintai sang kekasih meskipun keluarga sang wanita sangat tidak menyukai sang kekasih tetapi sang wanita selalu menanyakan kepada sang kekasih “ Seberapa besar cintamu kepadaku?” tetapi sang pria hanya diam seribu bahasa tanpa pernah menjawabnya.
Sang pria bukanlah pria yang pandai berbicara dan hal inilah yang selalu menyebabkan sang wanita sering marah, tetapi seperti biasanya sang pria hanya diam seribu bahasa.
Setelah beberapa tahun kemudian sang pria menyelesaikan sekolahnya dan memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, Sebelum pergi dia melamar sang wanita” Aku tidak pandai berbicara tetapi yang aku tahu adalah aku sangat mencintai kamu. Jika kamu mengijinkan aku, aku akan menjagamu sepanjang hidupku seperti keluargamu menjagamu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Maukah kamu menikah denganku?”
Sang wanita setuju untuk menikah dan begitu juga dengan keluarga sang wanita jadi sebelum sang pria berangkat ke luar negeri merekapun bertunangan.
Sang wanita akhirnya bekerja disaat sang pria melanjutkan sekolahnya di luar negeri, Mereka saling mengirimkan surat dan berbicara melalui telephone. Meskipun itu berat tetapi keduanya tidak pernah putus asa dan tetap melanjutkan hubungan jarak jauh.
Suatu hari, ketika sang wanita sedang dalam perjalanan ke tempat kerja dia ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang dan ketika sang wanita sadar  dia melihat orangtuanya ada di samping tempat tidur. Sang wanita menyadari bahwa dia menderita kecelakaan yang hebat. Melihat ibunya menangis dia berusaha menenangkan ibunya tetapi ternyata tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulutnya. Sang wanita kehilangan suaranya!
Dokter mengatakan bahwa itu adalah efek dari kecelakaan yang dialami sang wanita bahwa dia akan kehilangan suaranya selamanya. Orang tuanya berusaha untuk menghiburnya tetapi sang wanita sudah terlanjur terluka.
Selama perawatan di rumah sakit yang dia lakukan hanyalah menangis  dan menangis tetapi tidak ada suara apapun yang terdengar, yang ada hanyalah airmata. Setelah dia sembuh semuanya kembali  seperti sedia kala tidak ada yang berubah kecuali bunyi telp yang tidak bisa dia dengarkan lagi. Sang wanita tidak bermaksud memberitahukan kabar buruk tersebut kepada sang pria. Sang wanita hanya menulis surat kepada sang pria dan mengatakan bahwa dia tidak akan menunggu lebih lama lagi dan memutuskan hubungannnya dengan sang pria.
Sang wanita juga mengirimkan kembali cincin pertunangan mereka. Sang pria mengirimkan surat dan menanyakannya berkali2 alasannya tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban dari sang wanita.
Kaluarga sang wanita akhirnya memutuskan untuk pindah kota berharap bahwa sang wanita akan melupakan kesedihannya dan bisa kembali bahagia. Di tempat yang baru, sang wanita belajar bahasa isyarat dan memulai hidup baru dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia harus melupakan sang pria.
Suatu hari teman sang wanita datang dan memberitahukan kepadanya bahwa sang pria telah kembali dari luar negeri, Sang wanita meminta kepada temannya untuk tidak memberitahukan apa yang telah terjadi kepada dirinya. Sejak saat itu sang wanita tidak pernah mendengar berita apapun mengenai sang pria.
Setahun berlalu teman sang wanita datang kembali mengunjunginya dengan membawa sebuah  surat undangan dari sang pria. Ketika dia membuka surat undangan tersebut sang wanita terkejut karena melihat namanya sebagai mempelai wanita.
Ketika sang wanita akan menanyakan kepada temannya hal tersebut, dia melihat sang pria yang berdiri di sebelah temannya, Sang pria menggunakan bahasa isyarat dan berbicara kepadanya “ Aku menghabiskan waktuku selama setahun untuk belajar bahasa isyarat. Hanya untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku tidak melupakan janjiku kepadamu. Ijinkan aku menjadi suaramu. Aku mencintai kamu” sambil menyelipkan kembali cincin pertunangan mereka ke jari sang perempuan. Akhirnya sang wanita kembali  tersenyum bahagia.
The end.
Buat teman-teman…. bersyukurlah apabila kita mempunya pasangan hidup yang sangat mencintai kita apa adanya dan sadarilah bahwa ada orang yang sangat mencintai anda seburuk apapun anda. Janganlah membuang waktu anda hanya untuk mencari yang indah2 tetapi luangkanlah waktu anda untuk orang yang sangat perduli dengan anda.
Posted by pangea99 at 10:11:12 | Permalink | No Comments »

Monday, November 12, 2007

Doi kecapean..

Sesaat kemarin setelah sampai aku di Jakarta aku dapat tilpun dari doi bahwa dia bersama ayahnya akan ke Jakarta malam itu juga (11/11) naik kereta api karena tiket pesawat dari Jogja-Jakarta malam ataupun pagi ini nggak ada alias FULL BOOKED !!

Padahal doi baru saja nyetir dari Jogja-Purworejo-Jogja trus mau langsung naek kereta, kasihan sih doi kecapean.. dan di dalam kereta doi kesulitan karena toilet kereta api meski kelas eksekutif saja sungguh mengerikan kondisinya, yaaahh… memang sedikit kurang terawat kondisi kereta api kita ini.

Doi ke Jakarta bersama papanya memang ada urusan urgent yang harus segera diselesaikan, sehingga semuanya musti ‘gerak cepat’, aku saja mungkin udah uring-uringan kalau sampai secapek itu.. semuanya berjalan cepet dan pikiran fokus tetapi mengejar waktu juga.

Aku kasihan melihat doi dan papanya segitu gigihnya meski badan rasanya capek dan lelah…. I hope I can help You but I will stay beside You and with my pray just for You..

Posted by pangea99 at 05:44:11 | Permalink | No Comments »

Sunday, November 11, 2007

weekend ini…

Weekend ini sungguh seneng, gimana tidak setelah hampir seminggu ditinggal doi ke Jogja kemarin weekend akhirnya aku nyempetin waktu kesana untuk nemuin doi juga :) rasanya seneng banget oii nggak tau gimana tapi rasanya seneng.

Dari Jakarta aku bersama kakak ke Jogja menggunakan Mandala dan sesampainya di Jogja sempet ke kulonprogo tempat dosen dan setelah itu nemuin doi untuk ngajak makan malem bersama keluargaku, kita makan mie jawa meskipun doi bukan Jawa tulen, alias cuma nunut lahir saja hehehe…

Aku sih nggak tau apakah doi menikmatinya atau enggak tapi ada doi di samping rasanya senang banget, kita bercerita banyak dan sharing satu sama lain, meski cuman bentar karena kami harus segera mengembaliken doi kerumah, papanya kan datang tuuh.. kalau kemaleman  bisa-bisa di-jepret aku :)

Paginya kita pergi lagi berdua meski nggak lama juga karena flight ku pulang ke jakarta siang hari, jadi dalam waktu itu aku cuman semalam di Jogja tetapi kami ketemu itu sudah sangat membuat kami merasa laaaammaaa banget nggak ketemu, rasa kangen ini sungguh menjadi-jadi :) hiperbolik banget kaah…???

Ya doi ini memang paling TOP MARKOTOP deeh, nggak ada yang ngalahin, tak sabar kumenanti dirimu kembali ke Jakarta sayang… take care yourself out there, I will always miss you…

Posted by pangea99 at 14:58:23 | Permalink | No Comments »

Friday, November 9, 2007

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.
“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.
“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.
Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.
“Kalau plain cream berapa?”
Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.
Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.
Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.
Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.
Posted by pangea99 at 03:23:07 | Permalink | No Comments »

Wednesday, November 7, 2007

Seminggu Pecah Ndaseee…

Seminggu ini jan kepala meh meh ae Pecah Ndaseee…., langsung pukulan’ne bertubi-tubi koyo tinju.. ada upper-cut segala, semlehe tenan… :)

mumet karena pecah ndase…ee… doi ke Jogja hari Senin minggu ini, sampai kapan..? aku juga nggak tau, tapi ya nggak papa dia butuh refreshing ben agak segeran, karena sewaktu tiap kali kutilp ini hari suaranya kelihatan priyeee gitu.. agak berisi !!

Wis jan memang nak wis kecantol ngene, dilit-dilit kelingan mbik awakmu… cuuunggg…. kembali ke kantor, gawean’ne sak abrek-abrek, begitu di deleng langsung mumet, endi sing arep dikerjakno dhisik.. akhir’re yo mung tak neng’no ae…

Nak di’elingke lagi kerjakno nak ora eling kabeh, yo tok’tok men melu ra eling… :D

Banyu Urip project juga wis mulai jalan, Authorization for Expenditure (AFE) udah approved minggu kemarin, dana udah mengucur deras sekitar 85% dari total budget phase 1 ini. Mulai senin kemarin beberapa peralatan dan kebutuhan untuk phase 1 sudah datang sehingga keyakinan bahwa PHASE 1 BANYU URIP PROJECT akan selesai end of this year akan terlaksana !! 

Produksi ini akan mulai flow diyakini dan diharapkan dapat mencapai Positive Cash-Flow 2 tahun setelah selesainya Phase 1 dan dimulainya Phase 2 (Appraisal Project), extended untuk Phase 2 adalah 25%..

Posted by pangea99 at 10:30:34 | Permalink | No Comments »