Thursday, February 28, 2008

Pribadi Adalah Hadiah

Pribadi adalah hadiah yang terbungkus, Yang dikirimkan Tuhan kepadaku.

Ada yang terbungkus indah;

Mereka sangat mempesona, bahkan sewaktu aku pertama kali melihatnya.

Ada yang terbungkus dengan kertas biasa, Yang lain sudah rusak dalam pengiriman, Kadang-kadang ada kiriman istimewa.

Beberapa hadiah sampai kepadaku dengan bungkus longgar, Yang lain datang dalam keadaan terbungkus rapat.

Tetapi bungkus bukanlah hadiah.

Dan betapa sering kita terkecoh. Dan lucu bila anak kecil yang keliru.

Kadang-kadang hadiah itu sangat mudah dibuka, kadang-kadang kubutuhkan orang lain untuk membukanya.

Apakah karena mereka  takut terluka ?

Mungkinkah mereka pernah dibuka dan dibuang ?

Atau mungkin hadiah itu bukan untukku ?

Aku adalah pribadi,

Maka aku juga merupakan hadiah. Pertama, hadiah untuk diriku sendiri.

Pernahkah aku sungguh melihat isi bungkusan itu ?

Atau takutkah aku melihatnya ?

Mungkin aku belum pernah menyadari bahwa diriku adalah hadiah yang begitu indah.

Mungkinkah ada sesuatu yang lain yang ada dalam bungkusan itu, Yang tidak pernah kusangka ?

Bisa jadi aku belum pernah tahu, Bahwa diriku adalah hadiah ajaib.

Dapatkah pemberian Tuhan itu tidak indah ?

Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang aku cintai, Mengapa aku tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu mencintai aku?

“Setiap pribadi adalah hadiah buatku …”

saat ini …

pribadi yang ada di hadapanku pun adalah hadiah buatku …

yang aku sendiri belum tahu banyak tentang  hadiah itu …

mungkin karena aku belum membuka seluruh hadiah itu …

walaupun ia terbungkus longgar, sehingga seharusnya banyak orang yang bisa membukanya.

tetapi …

ternyata tidak semua orang bisa membukanya .

dan aku bersyukur bahwa aku boleh membukanya barang sedikit…

sehingga aku tahu apa yang ada di dalamnya …

sesuatu yang memberikan satu realita bagi diriku akan satu pribadi dengan segala apa yang dimilikinya …

pribadi yang mungkin tidak seperti bayanganku sebelumnya, tapi pribadi itu mulai membuatku makin mengerti dan memahami bagaimana aku harus menerima pribadi-pribadi lain apa adanya …

bukan seperti yang aku inginkan dan harapkan …

tapi pribadi yang ada seperti adanya mereka …

Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang aku cintai, Mengapa aku tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu mencintai aku?

Posted by pangea99 at 07:36:28 | Permalink | No Comments »

Tuesday, February 12, 2008

Kita Bercerai Saja!

Kita Bercerai Saja!
Saat dilamar suamiku, aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di muka bumi ini. Bayangkan, dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di provinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.
Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.
Walaupun begitu, hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suami. Baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia merubah sikapnya. It’s all about compromising.
Namun apalah daya, pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir suamiku, “Kita cerai saja!” Hanya karena sebuah masalah kecil yang tanpa sengaja menjadi besar. Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepala. Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku menjadi wanita paling pilu sedunia.
Tak ada yang kupikirkan selain, barangkali kami memang harus berpisah!
Kuingat kembali pertengkaran-pertengkaran kami sebelumnya. Kami memang sudah nggak cocok! Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih sering mengingat kesalahan-kesalahan suamiku. Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan airmataku kering. Saat itu menjadi hari paling menyedihkan dalam hidupku.
Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia. Tanpa sadar aku, layaknya aktris berakting di sinetron-sinetron, memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati ini. Andai saja ada lagu “Goodbye” dari Air Supply yang mengiringiku, tentu semuanya menjadi scene yang sempurna.
Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama kali aku bertemu suamiku, teringat apa yang aku rasakan saat ia melamarku. Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat malam pertamaku. Ha ha ha.
Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Mereka masih kecil-kecil. Kupandangi mereka satu per satu. Mereka mirip ayahnya. Aku jadi teringat saat pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi ayah. Hhmmm….
Kulalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu kelahiran buah cinta kami. Dengan penuh kasih sayang. Suamiku memegang tanganku, mencoba menenangkanku saat anakku baru lahir, walaupun kutahu ia hampir saja pingsan. Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku penuh keringat. Saat kubuka mataku, di sampingku ia duduk menggendong bayi mungil itu. Bersamanya, kurasa, telah kubeli tiket ke surga…
“Mi, Abi mana?” suara anakku mengejutkanku. Tak sanggup kumenjawabnya. Hampir saja aku menangis lagi.
Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku datang. Rupanya tadi malam ia tidur di masjid. Ia melihatku bersama anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut ayahnya, memeluk lututnya karena mereka belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu. Ia membawakan makanan untuk mereka.
Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku mencoba untuk biasa dan kuajak ia melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia. Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat. Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun aku khawatir ia sedang meyakinkan hatinya untuk benar-benar menceraikan aku dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima keputusannya.
Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku merindukannya sejak tadi malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun merasakan hal yang sama.
Hatiku lega. Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa selain dari semua kekuranganku tentu ada kelebihanku, selain dari semua yang tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua ketidakcocokan kami tentu ada bagian yang cocok. “Bila tidak, apa alasan Abang mau menikahi Adik dulu? Dan, bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?”
Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku. Tapi bukan air mataku…
“Allah memang hanya menciptakan Adik buat Abang… Maafkan Abang ya?”
Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya di pangkuanku. “”Maafkan Adik juga ya, Bang…”
Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin menanyakannya. Hanya dengan berada di sisiku pagi itu, aku rasa aku tahu jawabannya. (Sumber: SM-CN)

Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau berpikir panjang.
Posted by pangea99 at 07:04:37 | Permalink | Comments (1) »

Wednesday, February 6, 2008

Tawa Di Tengah Hujan

Seorang anak perempuan baru saja diajak belanja ibunya di Mall. Umurnya sekitar 6 tahun, dengan rambut merah yang indah dan wajah yang manis. Hujan sangat deras tercurah dari langit memaksa kami berteduh di bawah atap awning di dekat pintu keluar.

Kami menunggu hujan reda. Ada yang sabar ada juga yang gusar karena mereka harus buru-buru meneruskan perjalanannya. Saya selalu terpukau saat melihat hujan turun. Saya selalu melihat langit yang mencurahkan air menghapus debu dan kotoran di bumi. Ingatan saya juga kembali waktu masih anak-anak bermain hujan di luar rumah. Ingatan yang sejenak menghapus segala kekhawatiran hidup.

Ditengah bermacam perasaan dari kelompok orang yang menunggu hujan reda, suara gadis kecil itu memecah keheningan yang segera menyedot perhatian dari semua orang, “Ma, ayo kita menerobos hujan,” katanya.

“Apa?” kata ibunya.

“Ayo kita menerobos hujan!” kata gadis kecil itu mengulangi permintaannya.

“Tidak sayang. Kita akan menunggu sampai hujan sedikit reda,” jawab ibunya.

Gadis kecil itu menunggu beberapa saat dan berkata lagi, “Ma, ayo kita menerobos hujan.”

“Kita bisa basah kuyup,” kata ibunya.

“Tidak, kita tidak akan basah kuyup Ma. Itu tidak seperti yang Mama katakan tadi pagi,” kata gadis kecil itu sambil menarik tangan ibunya.

“Pagi ini? Kapan Mama bilang kalau kita menerobos hujan nanti tidak akan basah?”

“Apa Mama lupa? Waktu bicara sama Ayah, Mama bilang, “Jika Tuhan menolong kita melewati masalah ini, maka Tuhan akan menolong kita melewati masalah apa pun!”

Semua orang yang yang sedang berteduh mendadak terdiam. Saat itu kami tidak mendengar suara apa pun kecuali bunyi hujan yang turun. Sunyi senyap. Tidak ada yang beranjak dalam beberapa menit.

Si Ibu terhenyak beberapa saat mendengar perkataan anak perempuannya. Orang akan menertawakannya jika dia mendebat perkataan itu. Mungkin yang lain akan mengabaikannya. Tetapi ini adalah saat yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang anak, dimana kepercayaan yang sudah diajarkan kepadanya diuji. Apabila kepercayaan ini terbukti, akan berbuah menjadi sebuah keyakinan hidup nantinya.

“Sayang, kamu benar sekali. Ayo kita lari menerobos hujan. Jika TUHAN menginjinkan kita basah kuyup, yang kita perlukan hanyalah mandi dan mencuci baju,” kata ibunya.

Mereka berdua lalu berlari menembus hujan. Kami semua mengamati, tersenyum dan akhirnya tertawa saat melihat mereka berlari menuju ke mobil melewati hujan dan genangan air. Mereka menutupi kepala dengan tas plastik belanjaan, tetapi tetap saja tubuh mereka basah kuyup. Tetapi di tengah suara hujan, sepanjang pelarian menuju mobilnya, kami mendengar suara teriakan dan tawa mereka seperti saat anak-anak bermain hujan.

Dan akhirnya saya pun mengikuti jejak mereka. Saya berlari menembus hujan. Yang saya butuhkan hanyalah mandi dan mencuci baju …

Keadaan dan lingkungan dapat merampas apa yang anda miliki, mereka mengambil uang anda dan mereka mengambil kesehatan anda. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat merampas kenangan berharga anda … Jadi, jangan lupa untuk menciptakan waktu dan mengambil kesempatan membuat kenangan setiap hari.

Posted by pangea99 at 03:06:32 | Permalink | No Comments »

Monday, February 4, 2008

Persahabatan

 

Persahabatan

Tahukah Anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah Anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain justru adalah orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah Anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah,
‘Aku cinta kamu’ , ‘Maaf’ dan ‘Tolong aku’

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang tidak ingin diperhatikan tetapi sangat butuh bantuan & pengertian anda?

Tahukah Anda apabila Anda menolong seseorang, pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah Anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan Anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?

Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut akan lebih bernilai saat Anda mengatakannya secara langsung di hadapan orang tersebut?

Tahukah Anda apabila Anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan tersebut pasti akan dikabulkan?

Tahukah Anda bahwa Anda bisa mewujudkan impian Anda, seperti jatuh cinta, menjadi kaya dan selalu sehat, jika memintanya dengan keyakinan?

Jika Anda benar-benar tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa Anda lakukan,

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan sebelum Anda mencobanya sendiri,,,

Jika Anda tahu seseorang yang benar-benar butuh sesuatu yang saya sebutkan di atas, dan Anda tahu Anda bisa menolongnya, Anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat,,,

Hari ini,
Bola PERSAHABATAN
ada dilapangan Anda,
Kirim ini kepada orang yang benar-benar sahabat Anda!!!
(termasuk saya jika saya juga sahabat Anda)

Juga,
Jangan merasa kecewa apabila tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada Anda,

Setidaknya,
Anda mengetahui bahwa Anda tetap menjaga bola PERSAHABATAN ini untuk orang lain,

Posted by pangea99 at 03:16:06 | Permalink | No Comments »

Friday, February 1, 2008

Joyoboyo..

Syair 124:
Matinya menunggu komando. Pimpinan perang Batara
Indra. Ditakdirkan meninggal bukan karena peluru atau
karena guna-guna. Tetapi karena habis tak berdaya
karena lemas. Jembatan angin Priangan ditarik sambil
miring. Meninggalnya karena terjerat sekeliling
daging.

Syair 125:
Bila sewaktu-waktu menyebut namanya tentu menimbulkan
heboh. Namanya dapat membuat heboh. Yang menghebohkan
adalah yang berteman iblis setan.

Syair 126:
Bila mendengar namanya disebut, banyak yang membenci.
Bila kenal, ingin selalu mendekat. Merasa sakti tanpa
aji keling. Seperti manusia sakti yang menyerupai
baruklinthing.

Syair 130
Banyak orang memakai topi baja hijau lumut menjadi
terpikat oleh janji-janji diberi pangkat dan kedudukan
bahkan juga mengajak ‘miskin’ orang yang pandai bicara
membuat yang benar jadi salah. Banyak orang mati di
tepi sungai, hanya tubuh tanpa kepala.

Posted by pangea99 at 10:44:18 | Permalink | No Comments »

weekend hehehe..

Wah ini mau masuk weekend lagi, saat ini memang sangat sibuk kerjaan disana sini nih.. sampai-sampai doi ikut kena imbas, doi marah-marah yerus karena merasa di ‘nomor duakan’ daripada kerjaan, adanya aku cuman capek, bobk, dan makan aja katanya :)

Doi kadang ampe ngambeknya yang males ngomong dan diajak ngomong, baik langsung maupun lewat tilpun… hehehe.. ya bukan maksut hati ingin seperti itulah, tetapi emang kerjaanya bejubun nggak karuan.. kayak orang dipukuli rame-rame gitu..pak..puk..pak..puk..

Tetapi saat weekend inilah yang selalu aku tunggu-tunggu karena lebih santai dan tenang saja :) terkesan bisa sedikit bernafas lega deh karena bisa sedikit istirahat..

Oh iya ini tadi hujannya di jakarta asli nggak karuan banget, deres banget dan rata deeh.. sampai aku kaget nggak biasa Jakarta hujan terus menerus ginian, sampai diberitakan dimana-mana banjir dan kantor akhirnya diperbolehkan pulang cepat atau kerja setengah ahri saja, tetapi karena masih banyak kerjaan menumpuk jadinya aku musti sampai sore banget deh :( tapi ndak papa kan ini nantinya juga weekend horreeeee….

Posted by pangea99 at 10:26:40 | Permalink | No Comments »