Tuesday, April 22, 2008

SEBUAH SURAT DARI BAPA

Original message from YULIA:
SEBUAH SURAT DARI BAPA

 Anak-Ku….. ..
 Saat kau bangun dipagi hari, Aku
 memandangmu dan berharap engkau akan
 berbicara kepada-Ku, walaupun hanya
 sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau
 bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal
 indah yang terjadi di dalam hidupmu
 kemarin, tetapi aku melihat engkau
 begitu sibuk mempersiapkan diri untuk
 pergi bekerja.

 Aku kembali menanti….. ..
 Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu
 akan ada sedikit waktu bagimu untuk
 berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau
 terlalu sibuk.
 Di satu tempat, engkau duduk di sebuah
 kursi selama lima belas menit tanpa
 melakukan apapun.

 Kemudian Aku melihat engkau
 menggerakkan kakimu.
 Aku berpikir engkau ingin berbicara
 kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke
 telepon dan menelepon seorang teman
 untuk mendengarkan gosip terbaru.
 Aku melihatmu ketika engkau pergi
 bekerja dan Aku menanti dengan sabar
 sepanjang hari.
 Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir
 engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan
 sesuatu kepada-Ku.
 Sebelum makan siang Aku melihatmu
 memandang kesekeliling, mungkin engkau
 merasa malu untuk berbicara kepada-Ku,
 itulah sebabnya mengapa engkau tidak
 menundukkan kepalamu.
 Engkau memandang tiga atau empat meja
 sekitarmu dan melihat beberapa temanmu
 berbicara kepada-Ku dengan lembut
 sebelum mereka makan, tetapi engkau
 tidak melakukannya.

 Tidak apa-apa….. ….
 Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku
 berharap engkau akan berbicara kepada-
 Ku, meskipun saaat engkau pulang
 ke rumah kelihatannya seakan-akan
 banyak hal yang harus kau kerjakan.
 Setelah beberapa hal tersebut selesai
 engkau kerjakan, engkau menyalakan
 televisi, Aku tidak tahu apakah kau
 suka menonton televisi atau tidak,
 hanya saja engkau selalu ke sana dan
 menghabiskan banyak waktu setiap hari
 di depannya, tanpa memikirkan apapun
 hanya menikmati acara yang ditampilkan.

 Kembali Aku menanti dengan sabar saat
 engkau menonton TV dan menikmati
 makananmu tetapi kembali kau tidak
 berbicara kepada-Ku.
 Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu
 lelah. Setelah mengucapkan selamat
 malam kepada keluargamu, kau melompat
 ke tempat tidur dan tertidur tak lama
 kemudian.
 Tidak apa-apa karena mungkin engkau
 tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir
 untukmu.
 Aku telah bersabar lebih lama dari
 yang kau sadari.
 Aku bahkan ingin mengajarkanmu
 bagaimana bersabar terhadap orang lain.
 Aku sangat mengasihimu, setiap hari
 Aku menantikan sepatah kata, doa atau
 pikiran atau syukur dari hatimu.
 Baiklah… engkau bangun kembali dan
 kembali.
 Aku akan menanti dengan penuh kasih
 bahwa hari ini kau akan memberi-Ku
 sedikit waktu.
 Semoga harimu menyenangkan.

 Bapamu di Sorga,

 PS : Apakah kau memiliki cukup waktu
 untuk mengirimkan surat ini kepada
 orang lain?

Posted by pangea99 in 17:07:49 | Permalink | No Comments »